London – Lembah Baliem, dan Komodo menarik perhatian pengunjung Danish Travel Show – Ferie for Alle di Herning, Denmark pameran wisata terbesar di Skandinavia.

Dubes RI untuk Denmark, M. Ibnu Said, kepada Antara London, Minggu mengatakan anjungan Indonesia mempromosikan alternatif tujuan wisata selain Bali dengan perpaduan paket wisata alam dan budaya.

Pameran wisata berlangsung selama tiga hari, 22 – 23 Februari 2019.

Pada acara "Table Top Meeting", yang mempertemukan "buyers" dan "sellers" paket wisata diadakan KBRI Kopenhagen di sela-sela pameran, Dubes Ibnu Said, mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan terdiri lebih dari 17.000 pulau.

Dikatakannya banyak tempat tujuan wisata selain Bali yang cukup dikenal warga Denmark.

Indonesia memiliki paket tujuan wisata bervariasi, mulai dari eco-tourism, marine tourism, wisata seni dan kuliner, heritage villages hingga modern shopping dan entertainment di kota-kota besar.

Sementara itu Oyan Kristian dari PT Komodo Tours menjual paket wisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, serta wisata budaya Flores. Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018). Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo, sementara di Pulau Komodo populasinya berjumlah sekitar 1.300 ekor. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

Wisata alam dengan kekayaan fauna Kalimantan, seperti bekantan dan orang utan, menjadi daya tarik paket yang ditawarkan Lars Faursholt, Indonesia Travel Specialist dari Denmark. 

Sedangkan wisata budaya Papua, seperti festival Lembah Baliem, menarik perhatian hadirin karena keunikannya.

Lars Faoursholt juga menawarkan Bali sebagai penutup paketnya, yang sudah cukup dikenal warga Denmark sebagai tempat berlibur. 

Paduan bentuk wisata yang berbeda, seperti Pulau Komodo, Festival Lembah Baliem dan kedekatan dengan fauna seperti bekantan dan orang utan telah menarik perhatian pengunjung anjungan Indonesia dengan banyaknya menanyakan paket tersebut.

Pada pameran wisata itu, juga disuguhkan sejumlah tarian tradisional seperti Selayang Pandang, Merak, Jaipong, Topeng Bapang Malang, Ngapotek, Lancang Kuning, Gantar dan Enggang memeriahkan pameran, baik di panggung utama maupun di anjungan Indonesia.

Selain itu anjungan Indonesia juga mempromosikan kuliner Indonesia, seperti nasi uduk, semur daging, kari ayam, somay, keripik talas dan bubur kacang hijau.

Minuman hangat wedang secang sangat diminati karena keunikan rasanya. Kopi Indonesia juga sangat digemari warga Denmark yang merupakan salah satu peminum kopi terbanyak di dunia.

Berdasarkan penelitian setidaknya 20 juta cangkir kopi dikonsumsi warga Denmark secara keseluruhan setiap harinya.

Sementara itu, CEO MCH Messecenter Herning, Georg Srensen, mengatakan Danish Travel Show atau Ferie for Alle adalah pameran pariwisata yang paling banyak dikunjungi di wilayah Skandinavia dengan jumlah pengunjung lebih dari 60.000 pengunjung dan diikuti lebih dari 1.100 exhibitors.

Pensosbud KBRI Kopenhagen, Dieny Maya Sari mengatakan KBRI Kopenhagen berpartisipasi pada pameran yang diadakan setiap tahun karena kesempatan besar untuk mempromosikan Indonesia di wilayah Skandinavia, khususnya Denmark.

Liburan merupakan hal penting bagi warga Denmark. Berdasarkan survey Expedia, setidaknya 81 persen warga Denmark mengambil libur selama empat minggu setiap tahunnya.
Baca juga: Kopi Arabika Wamena Papua kembali bangkit

 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi