Jakarta – Vivo Indonesia mengonfirmasi mereka segera membawa ponsel berkamera pop-up V15, yang baru saja meluncur di India pada 20 Februari lalu ke Indonesia.

"Segera beredar di Indonesia," kata Manajer Humas Vivo Indonesia, Tyas Rarasmurti, saat acara di Jakarta, Jumat.

V15 akan menjadi ponsel kamera pop-up pertama Vivo di Indonesia karena NEX, yang meluncur pertengahan 2018, hingga saat ini tidak dipasarkan di sini. Kamera swafoto pop-up V15 Pro memakai rancangan yang mirip dengan NEX, berupa kamera kecil yang akan muncul jika mengaktifkan kamera depan.

Vivo Indonesia menyatakan kamera pop-p di V15 merupakan pengembangan dari NEX. Kamera beresolusi 32MP ini akan muncul secara otomatis ketika membuka aplikasi yang membutuhkan kamera depan, misalnya swafoto atau panggilan video.

Vivo memberikan susunan tiga kamera secara vertikal untuk kamera belakang, berupa kamera utama 12 MP, lensa wide 8MP dan lensa depth 5MP.

Kamera depan maupun belakang Vivo V15 dilengkapi dengan kecerdasan buatan, antara lain fitur body shaping untuk menyunting bentuk tubuh, fitur face beauty yang dapat mengatur kecerahan wajah serta fitur smart framing untuk memilih frame terbaik dari foto.

Vivo hadir dengan layar besar 6,53 inci, berkat kamera pop-up, sepenuhya bagian depan ponsel diisi oleh layar alias tanpa notch untuk kamera depan. Rasio bodi ke layar Vivo V15 mencapai 90,5:9.

Vivo  V15 akan hadir dalam warna Royal Blue dan Glamour Red dengan gradasi warna di bagian belakang. 

Vivo V15 dipastikan akan hadir dengan RAM 6GB dan  kapasitas internal 64GB, namun, prosesor untuk ponsel ini masih dirahasiakan.

Belum diketahui kapan Vivo V15 akan meluncur di Indonesia dan berapa harga jualnya.

Baca juga: Vivo V15 Pro kamera pop-up rilis global 20 Februari

Baca juga: OPPO F11 Pro akan pakai kamera pop-up

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi