Pewartasatu.com-Hari ini piknik bersama 5200 anak yatim dari berbagai daerah serta panti asuhan di Dunia Fantasi Ancol dan di Taman Margasatwa Ragunan. Lebaran Anak Yatim biasa dilakukan sebagai bagian dari peringatan Muharram, Namun tahun ini Pemprov DKI Jakarta merayakannya secara besar di seluruh wilayah kota DKI Jakarta dengan mengikutsertakan Anak Yatim berbagai agama dan suku, serta membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan berbagi ini.

 

Ini sebuah babak baru, pada hari Lebaran Anak Yatim ini juga meluncurkan program Bagii Piring, sebuah terobosan baru dalam hal memberikan santunan kepada para anak yatim dan dhuafa.

Program Bagii Piring, merupakan program berbagi makanan dengan memanfaatkan teknologi digital berupa aplikasi di android. Sebanyak 1000 piring makanan yang didistribusikan ke warung-warung makan yang sudah bersedia terlibat dalam program ini.

Baznas Bazis DKI Jakarta akan menyeleksi masyarakat kurang mampu yang bisa mendapatkan manfaat dari program ini dengan mempertimbangkan data-data dari Dinas Sosial dan RT-RW setempat, khususya mereka yang sudah terdaftar sebagai pemegang kartu-kartu jaminan sosial, seperti kartu lansia atau kartu disabilitas.

Kami mengapresiasi para pihak yang terlibat dalam kolaborasi Lebaran Anak Yatim dan Bagii Piring, seperti Baznas Bazis Kota DKI Jakarta, ANTEVE, para pemilik restoran dan warung serta warga yang nantinya dapat terlibat menjadi donatur dalam program Berbagii Piring. Inilah tanda kemajuan, kita mengatasi tantangan perubahan zaman dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Restoran atau rumah makan yang ingin terlibat dalam gerakan ini juga bisa menghubungi Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Sedangkan masyarakat yang mau menyumbang makanan dalam program ini bisa menyalurkan sumbangannya lewat aplikasi Bagii Piring yang bisa diunduh di HP android masing-masing.

 

Ini tugas kita bersama untuk membantu masyarakat yang pra sejahtera, siapa saja bisa ikut menjadi donatur. Kita apresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemilik warung dan resto. Semoga usaha mereka makin maju dan membuka pintu rejeki lainnya.

Sumber,Fb,ABW

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi