Pewartasatu.com-Di pinggir jalan desa Rawakalong terlihat sampah berceceran akibat oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mereka yang membuang sampah di jalan raya entah dari mana asalnya dan kapan oknum tersebut membuangya. Sampah yang berserakan di pinggir jalan sangat mengganggu pemandangan sehingga keliatan kumuh dan juga tidak baik untuk kesehatan.

 

Rusli calon Kades Rawakalong, Gunung Sindur ini akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan tersebut dan tidak membuang sampah di jalan raya khususnya jalan raya desa Rawakalong. Saat wartawan datang ke kediamannya, Rusli mengatakan, “kebersihan itu sebagian dari pada iman, maka kita harus jaga lingkungan kita.”

Saat ini spanduk larangan membuang sampah sudah dipasang dan agar oknum pembuang sampah tersebut jera, apabila tertangkap sedang membuang sampah di jalan akan mendapat hukuman yang sesuai dengan peraturan pemerintah Desa Rawakalong, Gunung Sindur. “Dan untuk masyarakat yang menangkapnya akan diberi hadiah.

 

Calon Kades Rawakalong, Gunung Sindur, Rusli, sangat peduli dengan kebersihan lingkungan. Rusli berkata, “lingkungan yang bersih berarti keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah dan bau.” Rusli juga berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan dan tidak ada lagi oknum pembuang sampah nantinya sehingga masyarakat bisa merasa nyaman dengan lingkungan desa Rawakalong.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi