Pewartasatu.com-Jamaah Tabligh berdakwa dengan komunitas bertato Roni Bodax/Jumand bersama Rombongannya 18 jamaah bersilaturahmi ke masjid Annur Villa Melia Rawa Kalong . Alhamdulillah kedatanganya diterima oleh H. Husni Mubarak, Sugeng RM, Tisna dan Adi serta dijamunya.

Dalam silaturahmi dia bercerita pada jamaah masjid Annur tentang dirinya yang sejak 4 bulan ditinggalkan oleh orang tuanya. Orang tuanya menititipkan dia pada seseorang yang berlokasi di Bekasi, ntah kemana orang tuanya saat ini.

Meskipun mereka adalah orang tua angkatnya namun dia sudah menganggap sebagai orang tuanya sendiri, ujarnya. Dan Roni Bodax/Jumand sangat yakin suatu saat nanti orang tua kandungnya akan datang mencarinya dan akan bertemu kembali orang tuanya dengan pertolongan Allah, ungkapnya.

Menurut Roni Bodax/Jumand sejak kecil hidupnya penuh dengan kegelapan dan maksiat, dunia hitam yang seharusnya tidak ia jalani.
Karena menurutnya yang dia lakukan selama ini salah dan melanggar hukum agama.

Roni Bodax/Jumand akhirnya bisa melupakan dunia hitam dan dia kembali pada jalan yang benar bertaubat kepada Allah dan mengikuti jamaah Tablik dari sahabatnya Riski, dengan niat utama Roni Bodax/Jumand memperbaiki diri untuk dirinya sendiri.

Menurut Roni Bodax/Jumand ia bisa sungguh-sungguh saat berada dijalan maksiat, tapi kenapa tidak bisa dijalan kebaikan, dan akhirnya ia bisa meninggalkan dunia hitam dan kembali dijalan Allah.

Roni bodax/Jumand ingin menebus dosa-dosanya serta meninggalkan maksiat. Roni takut apa bila dia terus berada di dunia hitam. Roni Bodax/Jumand takut akan kematian dan ia tidak ingin meninggalkan dunia dengan hal yang sia-sia. Dia berpikir jika ia masih hidup di jalan yang salah dan tiba-tiba ajal menjemputnya, akhirnya ia bertaubat dan mengikuti jamaah tablig,ujarnya.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi