Pewartasatu.com-Sabtu lalu Terowongan Kendal menjadi penghubung antar dua kota, Jakarta dan Berlin.

Gelaran Jakarta Berlin Festival 2019 untuk memperingati 25 tahun sister city Jakarta dan Berlin. Jakberfest 2019 menyajikan kuliner dan menunjukkan ekspresi seni budaya dari kedua kota di Terowongan Kendal. Terowongan ini dulunya dilewati kendaraan bermotor sekarang kita ubah menjadi tempat pejalan kaki 100%.

Di terowongan ini ada mural kolaborasi, ada kegiatan musik rutin. Kita ingin menghidupkan ruang-ruang terbuka untuk kegiatan ekspresi seni budaya, ada interaksi muncul di situ, ada suasana kota yang hidup dan ini yang kita rayakan di Jakberfest 2019. Kita akan membangun lebih banyak tempat seperti ini, terutama di tempat orang berjalan kaki, dengan begitu sambil berjalan kaki kita bisa menikmati suasana yang berbeda di kota ini.

Kerja sama sister city kedua kota telah ikut mendorong kreativitas dan inovasi dalam membangun ibukota. Salah satu budaya Berlin yang kini kita adopsi untuk membangun Jakarta, adalah budaya jalan kaki dan membangun moda transportasi terintegrasi.

Jakarta dan Berlin terus berkolaborasi mencari solusi inovatif tentang pembangunan kota berkelanjutan. Kita berharap kerja sama ini akan terus ditingkatkan ke depannya.

#Jakberfest2019
#DKIJakarta
#Berlin
#TerowonganKendal

 

Sumber,FB,ABW

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi