Pewartasatu.com -Jakarta-Dalam rangka menekan terjadinya bencana kebakaran di wilayah Jakarta Barat Camat Tambora Bambang Sutarna menjadi inspektur upacara apel kegiatan operasi penertiban aliran listrik (Opal) bertempat di halaman kantor Kelurahan Tanah Sereal jalan KH.Moch Mansyur .

Bambang menerangkan, terjadinya kebakaran bisa akibat kosleting listrik dan penyebab lainnya yakni ledakan perlengkapan dapur seperti kompor gas. Oleh karena itu,warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya yang sewaktu waktu dapat terjadi kebakaran di permukiman penduduk.

Menurut Bambang,”Pihakya menghimbau kepada aparat kelurahan, RT/RW untuk siap siaga guna menekan terjadinya kebakaran,” imbuhnya saat memimpin apel, Rabu pagi (11/12/2019).

Dalam apel ini Bambang menginstruksikan kepada petugas gabungan yang terdiri dari pihak P2TL PT.PLN, Sudin Pemadam Kebakaran, Kepolisian, TNI, anggota Satpol PP dan tenaga PPSU Tanah Sereal. Selain memeriksa dari kabel listrik atas hingga bok meteran dan memeriksa kepemilikan tabung alat pemadam kebakaran maupun perlengkapan kompor gas.

Kegiatan opal kali ini di wilayah lingkungan RW 011, petugas P2TL bersama petugas Damkar menyisir rumah yang dijadikan tempat usaha kompeksi, usaha cetak sablon, rumah kost dan hunian warga di 12 RT. Penelusuran hasill pengecekan dari 17 lokasi rumah terperiksa petugas gabungan tercatat 1 ganti MCB,1ganti Kwh meter karna masih bok lama, 4 rumah tinggal merangkap tempat usaha belum memiliki tabung Apkar dan 3 rumah usaha kompeksi belum mengisi ulang tabung Apkar.

Penelusuran tribuananews.com di kediaman Ko Ahoy (60) warga yang mengalami musibah kebakaran di RT 007 RW 011 Tanah Sereal pada peristiwa Senin malam (14/10/2019) sekira pukul 18 10 WIB dikunjungi Camat Tambora Bambang didampingi Lurah Tanah Sereal Hj.Suharti,S.Sos,MS.i, Binmas Aiptu Rois Roesito,SH, Babinsa Serka TNI Nurhasan, Kasatgas Tramtib Edison.

Ko Ahoy mengungkapkan,”Terima kasih Bapak-Ibu yang menyempatkan datang ke rumah saya dan saya ucapkan semoga lancar dalam bertugas yang Mulia ini,” ungkapnya. (# Suranto Ocong).

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi