Pewartanasional.com

Netizen Journalisme

REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TUNTUT SDM FLEKSIBEL

Acara seminar BEA Indonesia. foto Prio.

 

Jkt, Pewartasatu.com – Revolusi industri 4.0, menuntut SDM yang fleksibel mampu beradap tasi dengan kreatif, berfikir kritis, komunikasi dan berkolaborasi, proses transformasi digitalisasi pendukungnya teknologi informasi.

Hal itu diungkapkan Mardi Utomo, ketua Building Engineers Association (BEA) Indonesia dalam acara seminar yang dikemas dengan jajarannya di Jakarta, Sabtu (14/12).

BEA, merupakan organisasi profesi non profit yang
dibentuk sebagai wadah profesi dan forum silatura him serta komunikasi antar sesama pelaku teknis pengelola bangunan gedung.

Nama BEA Indonesia diguna kan, meliputi semua ahli teknik (Engineer) yang menangani pemeliharaan dan perawatan gedung, dan tidak terbatas pada bangunan tertentu.

Menurut Ketua BEA, pemeliharaan bangunan cakupannya sangat luas meliputi : hotel, gedung perkantoran, apartemen / kondominium, mal, rumah sakit, gedung sekolah dan komplek serta pabrik dan pergudangan.

Sebelumnya, BEA Indonesia mengadakan seminar dan gathering bulan Juli lalu, kini menjelang akhir tahun 2019 dilaksanakan seminar di hotel grand Paragon Gajah Mada, Jakarta pusat, Sabtu (14/12).

Pada event akhir tahun ini BEA Indonesia mengusung Tema: “DIGITALISATION IN THE BUILDING MANAGE MENT,” Latar belakang tema yang diusung saat ini berkaitan dengan revolusi industri 4.0.

Salah satu prosesnya yaitu, transformasi fc CC fgccx dimana teknologi Informasi menjadi pendukungnya.

“Building Engineer ” sebagai bagian penting pertama yang bergerak dan perkembangan jangan sampai tergulung oleh perubahan.

BEA Indonesia sebagai asosiasi yang hadir, salah satu misinya peningkatan kompetensi Building Engineer, memberikan kontribusinya dengan mengadakan Seminar bertema “Digitalisasi in the Building Management”, ujar ketua BEA sungguh.

Peserta seminar tampak diikuti ratusan member dari berbagai daerah, Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogyakarta, Banten, Jawa Barat, kepulauan Riau Lampung, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.

Menurut Ketua Umum BEA Indonesia Mardi Utomo, Building Engineers sebagai pengelola gedung
harus mampu mengUpgrade keahlian kompetensinya agar bisa terus mengikuti perkembangan jaman.

Saat ini sudah masuk era digitalisasi maka semua BEA member harus mampu memahami hal tersebut, tambahnya.

Menurut Ketua Umum, Selain kegiatan Seminar dan Gathering BEA Indonesia juga mempunyai divisi Pengembangan dan Pelatihan Lembaga Sertifikasi. Ini merupakan sarana untuk melakukan Uji Kompetensi Profesi yang mampu mencetak tehnisi pengelola gedung bangunan yang handal, dan mampu bersaing dengan engineer mancanegara.

BEA ingin melindungi para engineering pemeliharaan bangunan gedung dalam negeri untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasinya dalam pembangunan, ujar mantan pejabat pengelola tehnik Hotel itu.

Selain kegiatan seminar dan gathering banyak kegiatan yang lain seperti Ngopi BEA (ngobrol pintar BEA), bedah rumah kanker dan kegiatan sosial lainnya dan sering menjadi nara sumber di daerah- daerah, lanjut pria kelahiran malang Jawa Timur ini lagi.

Ketua Umum BEA Indonesia menyampaikan bahwa semakin banyak organisasi profesi khususnya pengelola gedung bangunan semakin baik dan akan melahirkan tehnisi-tehnisi yang berkwalitas dan profesional.

BEA Indonesia lebih fokus di bidang Operation and Mentainance, ujar Ketua Umum, mengakhiri paparannya.

Seminar ini nampaknya mengundang berbagai pembicara yang profesional dan terpercaya untuk terjun langsung dalam proses transformasi digital dalam pengelolaan gedung.

Para Nara Sumber berbagi pengalaman mereka ketika merencanakan, membangun dan mengimplementasikan.

Talkshow event dibagi dua sesi dipandu oleh dua orang moderator Jimi dan Budi yang merupakan Pengurus Pusat BEA Indonesia.

Paparan, pentingnya sertifikasi di era globalisasi dimana mengutamakan keunggulan SDM dibandingkan faktor faktor lain. Pergeseran keunggulan komparatif ke keunggulan kompetitif yang dijelaskan Dr. Adjat Daradjat Kartawijaya. Kepala Badan Pengembangan Profesi Univer

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *