Penyerahan tumpeng kepada Ketua STIA LAN.Foto 

Pewartasatu.com – Jkt, (13/1) – Lulusan SLTA umum dapat diterima kuliah di Politeknik STIA LAN Jakarta, kata Prof DR Nurliah Nurdin, MA, seusai meresmikan sekolah itu di Jakarta, Senen (13/1)

Ia selaku ketua STIA LAN Kampus Jakarta, mengharapkan, setelah diresmikan, lulusan SLTA dapat melanjutkan pendidikannya ke Politeknik STIA LAN kampus Jakarta yang selama ini khusus untuk PNS, katanya kepada Pewarta.

Tetapi, kini lulusan SLTA umum, bukan PNS dapat melanjutkan kuliah di Politeknik STIA LAN Pejompongan Jakarta, sesuai ketentuan pemerintah, dan pendaftaran untuk mahasiswa baru, mulai dibuka Juni mendatang, ujar Neneng, kepala bidang kemahasiswaan STIA LAN.

Berdasarkan ketentunn undang undang No 12 tahun 2012, sejak tahun 2017, telah diterapkan ketentuan tersebut, dan saat ini menuntaskan mahasiswa PNS, yang masih kuliah, berakhir pertengahan tahun 2020.

Ketentuan tersebut menjelaskan bahwa Perguruan tinggi bersifat Akademik, berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Sedangkan Perguruan Tinggi pokasi atau terapan berada di bawah koordinasi Kementerian atau Lembaga bersangkutan, seperti Politeknik STIA LAN Jakarta, STPDN Jatinangor Bandung, STIP Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Politeknik STIA LAN yang diresmikan menyelenggarakan pendidikan D1, D2, D3 dan Sarjana. Lulusan Politeknik dapat memilih kerja sesuai pendidikan, lulusan bisa apa ?

November 2019 lalu, telah diwisuda Sarjana terapan ke 56 sebanyak 400 orang, dan Magister Terapan ke 17 sebanyak 100 orang.

Saat ini penerimaan mahasiswa gelombang satu ditunda karena menuntaskan mahasiswa yang masih kuliah berasal dari PNS, terdiri dari jurusan S1 terapan sebanyak 28 orang dan Magister terapan sebanyak 26 orang, ujar karyawan sekretariat kampus STIA LAN.

Acara peresmian Politeknik STIA LAN Jakarta, dihadiri pejabat teras LAN dan perwakilan Kemenpan RI serta tampak ketua Pengurus Iklum STIA LAN, Maman Saefullah, Msi, dengan sekretarisnya ibu Yuni.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi