Akibat Meningkatnya Penyebaran Virus Covid-19 di Kota Bogor, 90 Persen RS Penuh
JAKARTA, PewartaIndonesia – Penyebaran virus Covid-19 di Kota Bogor sepanjang pekan ini terus meningkat. Penambahan kasus positif Corona dalam tiga hari belakangan rata-rata ada 60 orang per hari.
Menurut Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit pun hampir penuh akibat melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.
Dedie pun merinci tingkatan gejala pasien Covid-19 yang menempati tempat tidur di rumah sakit, dari gejala sedang hingga berat. Sekitar 455 tempat tidur yang tersedia telah terisi hampir 90 persen.
“Tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU untuk pasien positif Covid-19 dengan gejala berat, dari 20 tempat tidur, juga sudah terisi sekitar 90 persen,” tutur Dedie seperti yang dikutip dari Antara.
Menurut Dedie, Pemerintah Kota Bogor tengah mencari solusi tambahan kapasitas tempat tidur untuk pasien positif virus corona. Pihaknya kini tenga menyisir untuk keperluan peningkatan kapasitas tempat tidur pasien baik di RSUD atau mencari lokasi lain di aset-aset milik Pemerintah Kota Bogor untuk menjadi cabang RSUD.
Sementara untuk tingkat keterisian di Gedung PPSDM (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia) milik Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido Kabupaten Bogor untuk pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, dari 100 tempat tidur sudah terisi 70 persen.
Berdasarkan data harian penanganan Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kota Bogor per Rabu (9/12), jumlah kasus positif di kota ini sepanjang tiga hari terakhir sebanyak 180 orang.
Jumlah 180 kasus tersebut meliputi, 61 kasus positif pada Rabu, 59 kasus positif pada Selasa (8/12), dan 60 kasus pada Senin (7/12).
Adapun akumulasi jumlah kasus positif di Kota Bogor mencapai 3.842 kasus per Rabu (9/12). Sebanyak 3.030 kasus positif di antaranya dinyatakan sembuh, 109 kasus positif meninggal dunia, dan 703 kasus positif masih menjalani perawatan.
Data harian jumlah kasus positif Covid-19 ini jauh lebih tinggi dibanding data harian pada awal November lalu yakni sekitar 40-an kasus per hari.
Source : CNN Indonesia

