SINGAPURA – Para ahli penyakit menular yang berkumpul di Singapura hari ini mengeluarkan peringatan darurat mengenai percepatan resistensi antimikroba (AMR) atau yang sering disebut “Superbug”. Laporan terbaru menunjukkan bahwa antibiotik standar kini gagal menyembuhkan infeksi umum pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya di wilayah Asia Tenggara. Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol pada sektor peternakan dan swamedikasi yang salah oleh masyarakat diidentifikasi sebagai penyebab utama.
WHO memperingatkan bahwa jika tidak ada tindakan global yang drastis, prosedur medis rutin seperti operasi caesar atau penggantian sendi pinggul bisa menjadi sangat berisiko karena tidak adanya antibiotik yang efektif untuk mencegah infeksi pasca-operasi. Di Singapura, otoritas kesehatan mulai menerapkan pengawasan ketat terhadap resep antibiotik dan mendorong riset intensif untuk mencari alternatif pengobatan, termasuk penggunaan bakteriofag—virus yang secara alami memangsa bakteri jahat.
Kerja sama antarnegara kini menjadi kunci. Krisis ini bukan hanya masalah medis, tetapi juga ancaman bagi ekonomi global karena potensi kehilangan jutaan nyawa dan penurunan drastis dalam produktivitas tenaga kerja. Kampanye kesadaran publik di tingkat regional sedang digalakkan untuk mengedukasi masyarakat bahwa antibiotik tidak berguna untuk melawan virus seperti flu biasa, guna memperlambat laju mutasi bakteri yang semakin kebal.(Red.)

Leave a Reply