Cisco AgenticOps: Menjaga Keamanan dan Akuntabilitas di Tengah Ledakan Agen AI

Cisco AgenticOps: Menjaga Keamanan dan Akuntabilitas di Tengah Ledakan Agen AI

AMSTERDAM – Dalam konferensi teknologi tahunan di Amsterdam, Cisco meluncurkan platform revolusioner yang diberi nama AgenticOps. Inovasi ini muncul sebagai jawaban atas fenomena “Shadow AI” atau penggunaan agen-agen AI otonom di lingkungan korporasi tanpa pengawasan yang memadai. Dengan ditenagai oleh chip Silicon One G300 terbaru, Cisco menawarkan infrastruktur yang memungkinkan perusahaan besar untuk mengelola, memantau, dan mengamankan ribuan agen AI secara simultan.

Masalah yang dihadapi organisasi saat ini adalah hilangnya kendali. Ketika sebuah perusahaan mulai menggunakan puluhan agen AI untuk otomatisasi pemasaran, layanan pelanggan, dan analisis data, muncul risiko di mana agen-agen ini bisa saling bertabrakan atau, dalam kasus terburuk, memberikan informasi yang salah kepada klien. AgenticOps berfungsi sebagai “menara pengawas” digital yang memberikan visibilitas penuh terhadap apa yang sedang dilakukan oleh setiap agen AI dalam jaringan perusahaan.

Fitur unggulan dari AgenticOps adalah kemampuan deteksi anomali perilaku AI. Jika sebuah agen AI tiba-tiba mulai mengakses database yang tidak relevan dengan tugasnya atau menunjukkan pola komunikasi yang tidak biasa, sistem Cisco akan secara otomatis mengisolasi agen tersebut sebelum terjadi kebocoran data. Hal ini mirip dengan cara kerja sistem deteksi intrusi pada keamanan siber tradisional, namun dioptimalkan untuk logika berpikir mesin.

Selain keamanan, Cisco juga fokus pada efisiensi biaya komputasi. Menjalankan ribuan agen AI membutuhkan daya server yang sangat besar. Melalui integrasi dengan perangkat keras Silicon One G300, Cisco mengklaim dapat mengurangi konsumsi energi operasional AI hingga 40%. Ini merupakan poin penting bagi perusahaan yang memiliki target keberlanjutan (sustainability) dan ingin menekan biaya operasional di tengah melonjaknya harga energi global.

Para pemimpin TI menyambut baik langkah Cisco ini sebagai upaya standarisasi industri. Tanpa adanya kerangka kerja seperti AgenticOps, penggunaan AI otonom di skala besar akan terlalu berisiko bagi sektor-sektor yang diatur ketat seperti perbankan dan kesehatan. Cisco memposisikan diri bukan sebagai pembuat AI, melainkan sebagai penyedia “jalan tol” yang aman dan efisien bagi lalu lintas kecerdasan buatan di masa depan. (Red.)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *