JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini merilis laporan komprehensif bertajuk “The Silent Epidemic: Mental Health in 2026”. Laporan tersebut menyoroti lonjakan kasus kecemasan kronis dan depresi pada kelompok usia 18-26 tahun yang berkaitan erat dengan fenomena hyper-connectivity. Meskipun teknologi memudahkan komunikasi, isolasi sosial secara fisik justru mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Para ahli di Jenewa menemukan pola di mana ketergantungan pada algoritma media sosial telah menciptakan siklus dopamin yang tidak sehat. Hal ini menyebabkan gangguan tidur yang parah dan penurunan kemampuan fokus pada jutaan anak muda di seluruh dunia. WHO mendesak pemerintah di berbagai negara untuk mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam sistem pendidikan dasar dan memperketat regulasi terhadap fitur “umpan tak terbatas” pada platform digital yang dirancang untuk memicu kecanduan.
Selain faktor teknologi, laporan tersebut juga mencatat bahwa “kecemasan masa depan” terkait perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi menjadi pemicu utama stres pada generasi muda. WHO menyarankan pendekatan holistik, mulai dari kampanye digital detox yang didukung negara hingga penyediaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan padat penduduk. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah penurunan produktivitas global dan beban biaya kesehatan yang membengkak di masa depan.(Red.)

Leave a Reply