Tren Longevity 2026: Lonjakan Penggunaan Perangkat Wearable untuk Pemantauan Bio-Metrik Real-Time

Tren Longevity 2026: Lonjakan Penggunaan Perangkat Wearable untuk Pemantauan Bio-Metrik Real-Time

TOKYO – Jepang, negara dengan populasi lansia terbesar, hari ini melaporkan lonjakan penggunaan perangkat wearable medis yang mampu memantau tanda-tanda vital secara real-time dan mengirimkan datanya langsung ke pusat medis. Tren ini merupakan bagian dari gerakan longevity (panjang umur) yang kini merambah ke masyarakat umum, di mana pencegahan dini dianggap lebih efektif daripada pengobatan di rumah sakit.

Perangkat terbaru yang diluncurkan di Tokyo hari ini tidak hanya memantau detak jantung, tetapi juga kadar gula darah tanpa jarum, tingkat stres melalui kadar kortisol di keringat, dan kualitas oksigen dalam darah saat tidur. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), perangkat ini dapat mendeteksi tanda-tanda awal stroke atau serangan jantung beberapa jam sebelum terjadi, memberikan waktu yang cukup bagi layanan darurat untuk bertindak.

Fenomena ini juga mengubah model asuransi kesehatan, di mana perusahaan asuransi memberikan insentif atau potongan premi bagi nasabah yang secara aktif memantau kesehatan mereka melalui perangkat digital. Meskipun disambut positif, para aktivis privasi mengingatkan tentang pentingnya keamanan data medis personal agar tidak disalahgunakan. Namun, bagi masyarakat Jepang, teknologi ini dipandang sebagai solusi cerdas untuk mengelola kesehatan populasi yang menua dengan tetap menjaga kemandirian mereka di rumah.(Red.)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *