Jawa Barat || pewartanasional.com || Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan sosial yang digelar oleh RSUD Cicalengka.
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bandung tersebut mengadakan kegiatan berbagi kebahagiaan berupa santunan anak yatim piatu yang dirangkaikan dengan tausyiah keagamaan di Masjid Al‑Askariyah RSUD Cicalengka, pada Jum’at (13/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, tenaga medis dan non medis, serta puluhan anak yatim piatu dari lingkungan sekitar.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari pihak rumah sakit, kemudian pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
Momentum kebersamaan ini semakin bermakna dengan hadirnya tausyiah yang disampaikan oleh mubaligh muda Ustadz Hazir Lukaman Muharam, yang dikenal luas melalui dakwahnya bertajuk Tausiyah Si Cepot.
Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat nilai keimanan, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.
Dengan gaya penyampaian yang santai namun sarat makna, Ustadz Hazir juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitar.
Direktur RSUD Cicalengka, dr. H. Yani Sumpena Muchtar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan santunan anak yatim piatu ini, kami ingin berbagi kebahagiaan serta menghadirkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. RSUD Cicalengka bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial untuk saling membantu dan menguatkan,” ujar dr. Yani pada awak media .
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti tausyiah dan santunan ini diharapkan dapat memberikan energi positif bagi seluruh pegawai rumah sakit sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi di bidang kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyembuhan fisik, tetapi juga nilai-nilai empati dan kemanusiaan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus menjadi ladang amal bagi kita semua, “jelasnya.
Mudah-mudahan RSUD Cicalengka terus diberikan keberkahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas dr. Yani.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu serta sesi ramah tamah antara manajemen rumah sakit, para pegawai, dan para tamu undangan. Suasana haru dan kebahagiaan tampak menyelimuti kegiatan yang sarat nilai kepedulian tersebut. (Adebun)






