GERAKAN ORANG TUA ASUH – SERLY RAHMA DEWI Bandung, PENA – Saat ini ada puteri Urang Awak yang kuliah di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Jatinangor menunggu uluran tangan perantau. *Serly Rahma Dewi*, puteri Almarhum Herman TNI yang meninggal 1 Januari 2009 saat tugas menyambut tahun baru. Saat ayah meninggal, Serly berumur 1 tahun. Sejak masuk kuliah di UNPAD Juni 2025, Serly mendapat dukungan dari perantau yang didukung Gerakan Masyarakat Pejuang Indonesia (GMPI) Jakarta. Menurut B. Sudiyono Ketua Dapur Santri Indonesia (DSI) Jakarta, Serly adalah yatim yang pintar dan perlu dukungan Urang Awak, karena pada semester ketiga terbentur biaya kos yang belum lunas serta kebutuhan harian dan praktikum. Serly kakek asal Solok, Sumbar. Ia mendapat beasiswa dan awal studi dibantu perantau: Bapak Yendra Fahmi Rp 7.000.000, Buya Fikri Rp 2.000.000, M. Idris Rp 3.000.000, Zul Standar Rp 500.000. Berikut, Ibu Yurnalis Uddin Rp 250.000, SAS Foundation Rp 3.000.000, IKM Jabodetabek Rp 1.000.000, Ibu Netty Rp 250.000, GMPI Rp 2.000.000 dan masih menunggu bantuan dunsanak yang mau menjadi Bapak Angkat. Data: Serly Rahma Dewi – Mahasiswi Jurusan Kelautan UNPAD Jatinangor. Info Donasi: Hubungi Sekretariat GMPI / DPP-FAMM Jakarta. Presiden Prabowo melalui ASDEP sudah merekomendasi kepada PEMDA JABAR secara administrasi kependudukan Serly sebagai warga Kota Cimahi. GMPI juga bersurat ke Gubernur dan Pangdam III Siliwangi, namun kepedulian pejabat setempat masih minim. Bulan Oktober 2025 berdatangan utusan Dedi Mulyadi, Dinas Sosial, Walikota, Bazis, Camat, Lurah dan RT/RW ke kediaman Serly di Ciawitali, Cimahi, namun hasilnya masih nol besar, ungkap wartawan PENA di Bandung. Kontak Pers: DPP-FAMM Jakarta – Pembina: Drs. H. Risman Thomas, MM 0 Post navigation SERIBU DHUAFA DAN YATIM, TERIMA SANTUNAN DARI PERANTAU MINANG