Pewartasatu.com – Spanduk ini ada benarnya juga lho. Jadi ada baiknya pemilu nggak usah pake gontok-gontokan segala.  Jelang Kontestasi Pilpres 2019, suasana politik di Indonesia semakin memanas. Mulai dari perang suara dan visi misi masing-masing kandidat calon presiden dan wakil presiden hingga perdebatan antar pendukung masing-masing calon baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Persaingan panas menuju kursi tertinggi kepemimpinan Republik Indonesia ini tak pelak membagi masyarakat ke dalam kubu-kubu tertentu. Terlebih, sebagian dari mereka sudah menentukan arah suaranya.

Tak jarang, masing-masing pendukung capres dan cawapres terlibat perdebatan sengit di media sosial. Keduanya memiliki argumen dan alasan tersendiri atas kandidat pilihannya. Hal inilah yang berpotensi memicu konflik antar masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya pesta demokrasi ini disikapi dengan kepala dingin.

Di tengah panasnya suasana menjelang Pilpres 2019, sebagian orang memilih untuk mengampanyekan pemilu damai. Kampanye ini bertujuan untuk menyadarkan masayarakat bahwa kepada siapapun arah suara mereka, tetapi harus tetap damai dan saling bersilaturahmi satu sama lain dan menghindari konflik yang mungkin terjadi.
Seperti yang dilakukan oleh kelompok rukun tetangga berikut ini. Menghadapi panasnya persaingan menuju Pilpres 2019, membuat spanduk kampanye pemilu damai.

Tak biasa, spanduk pemilu damai ini memilih kata-kata yang kocak, tapi ada benarnya lho. Dilansir brilio.net dari akun Twitter @askfmness, Selasa (29/1), berikut penampakan spanduk pemilu damai yang kocak abis.

“Pemilu damai. Mau Jokowi/Prabowo yang jadi presiden-nye warga RT 06 tetap damai dan jaga silaturahmi, kite sakit keluarga kite sakit yang jenguk bukan presiden tetapi tetangga loe,” bunyi tulisan di spanduk tersebut.

Selain itu, satu spanduk lagi juga dibuat oleh kelompok rukun tetangga ini. Tak berbeda jauh dari spanduk sebelumnya, kampanye pemilu damai ini memilih kalimat yang lebih singkat namun dalam maknanya.

Spanduk yang mengimbau masyarakat untuk tetap damai inipun viral di media sosial dan mendapat beragam respons dari warganet. Banyak dari mereka yang merasa setuju dengan justru mengaku ingin pindah ke RT 06 usai membaca tulisan di spanduk tersebut.

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi