Jakarta – Rencana PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meluncurkan Satelit Nusantara Satu, satelit broadband pertama di Indonesia pada 22 Februari 2019 waktu Jakarta ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan akses internet di berbagai pelosok Indonesia.

"Dengan peran internet yang semakin besar bagi perekonomian, satelit ini akan mampu memberikan nilai lebih bagi aktivitas ekonomi masyarakat," kata Hendra Gunawan, Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hendra menambahkan meningkatnya akses internet, khususnya di wilayah Indonesia Timur, tentunya akan berdampak positif bagi terbukanya peluang-peluang ekonomi baru.

"Teknologi informasi adalah salah satu kunci kemajuan ekonomi modern saat ini. Satelit Nusantara Satu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap internet dan ini modal bagi kemajuan masyarakat di pelosok Indonesia," tambahnya.

Akses internet yang meluas juga akan memperkuat birokrasi yang efisien dan mendorong transparansi penggunaan dana di daerah, apalagi kini pemerintah pusat makin agresif menyalurkan dana pembangunan ke wilayah perdesaan.

"Nusantara Satu kami harapkan dapat membuka akses internet di 25 ribu desa di Indonesia. Ini akan sangat strategis bagi percepatan ekonomi dan pengelolaan pembangunan, seperti halnya internet dan media sosial yang dapat membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya di daerah dan juga  sistem pelaporan anggaran desa yang kini harus dilakukan online," jelas Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso.

Melalui satelit Nusantara Satu, PSN menargetkan 25 juta orang Indonesia mendapat akses untuk terkoneksi ke internet.

Target pengguna internet ini diantaranya adalah pelaku usaha menengah kecil (UMKM), pengusaha kafe, warung-warung yang makin menjamur di daerah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan masyarakat hingga Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Sampai akhir tahun ini kami harapkan ada 10 ribu desa yang sudah terkoneksi. Sampai saat ini sudah sekitar tiga ribuan dan dua puluh lima ribu desa itu selesai sekitar tahun 2020-2021," kata Adi.

Nusantara Satu merupakan satelit broadband pertama di Indonesia yang dibekali teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet kecepatan tinggi dengan kapasitas yang jauh lebih besar  dibandingkan dengan satelit konvensional di Tanah Air.

Nusantara Satu memiliki kapasitas sampai dengan 15 Gbps atau sekitar 3 kali lipat kapasitas satelit konvensional

Kebutuhan total satelit broadband saat ini sebesar 189 transponder, namun baru 57 persen di antaranya atau 103 transponder yang mampu dilayani operator nasional.

Sisanya, yakni 86 transponder dilayani oleh operator asing yang memiliki slot orbit di atas wilayah Indonesia atau berjarak dekat dengan Indonesia.

Satelit Nusantara yang  diproduksi oleh Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, akan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.

Nusantara Satu juga dilengkapi dengan teknologi Next Generation Electric Propulsion yang membuat satelit menjadi cost effectivedan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan tentunya menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.

"Sebagai perusahaan satelit swasta pertama dan pionir di industri satelit Nasional, PSN akan terus melakukan terobosan agar satelit  dapat menjadi ujung tombak kemajuan Indonesia. Nusantara satu adalah salah satu bagian dari strategi jangka panjang PSN untuk mewujudkan hal itu," ujar Adi menambahkan.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 38 transponder C-Band dan Extended C-Band serta 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas bandwith mencapai 15 Gigabita per second (Gbps). Satelit ini juga memiliki bobot pada saat peluncuran yaitu sebesar 4.735 Kg, serta memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.

Adapun cakupan Satelit Nusantara Satu meliputi seluruh wilayah Indonesia hingga Asia Tenggara.
Setelah meluncur, satelit ini akan ditempatkan pada slot orbit 146 derajat bujur timur, tepat di atas Papua.

Kemudian, satelit akan dikendalikan melalui Satellite Control Center di Jatiluhur, Jawa Barat. PSN juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk perlindungan atas risiko peluncuran dan operasional ketika satelit telah mengorbit. 

Baca juga: Pemerintah mulai sewa satelit untuk internet cepat

Baca juga: Satelit Nusantara Satu buatan Indonesia segera mengudara

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi