Tangerang, Banten – Mayora Group berencana untuk melakukan ekspansi ekspor dengan tujuan ke negara-negara di kawasan Afrika. "Mungkin beberapa negara di Afrika," ujar Presiden Director Mayora Group, Andre Atmadja, kepada wartawan, di Tangerang, Senin (18/2).

Ia menjelaskan, mereka aktif berpameran di Benua Hitam itu untuk menangkap potensi-potensi di sana. "Terus terang kita sedikit terlambat (masuk) di Afrika, penjualan sebetulnya sudah ada namun belum kita fokusnya. Mungkin lima tahun ke depan kita akan berfokus di Afrika," kata dia.

Ia juga menambahkan, potensi-potensi yang membuat mereka tertarik untuk ekspor ke Afrika adalah jumlah penduduk yang banyak serta memiliki 400 juta kelas menengah yang memiliki kemampuan daya beli. Dengan demikian, Afrika merupakan pangsa pasar yang baik untuk produk-produk Mayora.

Ia mengatakan mereka akan memulai ekspansi ekspor di Afrika dengan masuk ke kawasan Afrika selatan dan barat.

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, akan membuka pasar ekspor baru yakni di negara-negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia. Menurut dia, ada 13 negara yang masuk dalam daftar pasar ekspor baru Indonesia dan beberapa di antaranya terdapat di kawasan Afrika dan Asia selatan.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi