Dalam waktu dekat, (RESTA) yang kedua akan kita bikin di Tol Tangerang-MerakSemarang, Jawa Tengah – PT Astra International berencana mengembangkan ide tempat istirahat berkonsep baru seperti  RESTA Pendopo 456 ke tempat-tempat istirahat di Tol Tangerang-Merak dan Tol Cipali.

"Dalam waktu dekat, (RESTA) yang kedua akan kita bikin di Tol Tangerang-Merak," ujar Direktur PT Astra International Bambang Widjanarko Santoso kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Senin.

Bambang menjelaskan selain berencana membuat RESTA kedua di Tol Tangerang-Merak, dalam kesempatan itu pihaknya juga ingin mengembangkan RESTA seperti RESTA Pendopo 456 di Tol  Cipali.

Konsep RESTA Pendopo 456 yang berlokasi di Tol Semarang-Solo dipuji oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai konsep yang bagus dan mengakomodasi kearifan lokal.

RESTA merupakan brand tempat istirahat dari ASTRA Infra yang mengusung konsep baru dan sama sekali berbeda dari tempat istirahat pada umumnya. 

"Rest area bukan lagi sekedar tempat istirahat, namun destinasi buat daerahnya dan kita pilih yang unik. RESTA  masing-masing daerah akan sangat berbeda," ujar Bambang Widjanarko.

Sebelumnya Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti (MMS) Krist Ade Sudiyono mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengembangkan dua tempat istirahat berkonsep baru usai Lebaran 2019.

Dua tempat istirahat yang akan dikembangkan dengan konsep baru itu yakni tempat istirahat Tol Tangerang Merak di km 68 A dan B.

Krist juga menambahkan bahwa desain kedua tempat istirahat di km 68 A dan B akan memiliki desain yang jauh berbeda dari sekarang.

MMS, sebagai anak usaha ASTRA Infra, akan mengelola kedua tempat istirahat berkonsep baru itu secara sungguh-sungguh dengan gaya Astra.

Baca juga: MMS kembangkan tempat istirahat berkonsep baru di Tol Tangerang-Merak

Baca juga: Rest area Tol Trans Jawa bantu UMKM kenalkan produk lokal

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi