Jakarta – Dalam gelaran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2019, Samsung Electronics memamerkan perangkat gaming Samsung Notebook Odyssey yang hadir dengan desain metalik dan menjanjikan performa kuat dan fitur canggih.

"Dengan desain, kinerja, dan fitur terbaik, Samsung Notebook Odyssey adalah gamer yang bebas hambatan," kata Wakil Presiden Senior Tim Bisnis PC, Bisnis Komunikasi Seluler Samsung Electronics, YoungGyoo Choi, dalam keterangan resminya, dikutip dari situs resmi Samsung, Selasa.

"Laptop gaming terbaru dari Samsung ini memastikan pengguna untuk tidak lagi berkompromi untuk mendapat pengalaman permainan terbaik di perangkat komputasi mobile mereka," sambung dia.
 
Samsung Notebook Odyssey tampil bezel-less dan didukung NVIDIA G-SYNC untuk gambar jernih.

Dari segi performa, Samsung Notebook Odyssey dibekali prosesor Intel terbaru hexa-core i7 generasi ke-8 dan GPU NVIDIA GeForce RTX seri 20.

Perangkat tersebut juga didukung oleh arsitektur NVIDIA Turing GPU terbaru dan platform RTX, salah satunya berfungsi untuk kecerdasan buatan.

Notebook Odyssey juga dilengkapi dua blowerJet Blade, yang masing-masing memiliki 83 bilah, dan sistem pendingin pipa penta terbaru yang memungkinkan perangkat ini untuk bekerja cepat.

Samsung Notebook Odyssey juga menawarkan serangkaian pengaturan dan fungsi baru. Modus Odyssey memungkinkan pengguna untuk menyimpan pengaturan preset pada profil yang berbeda untuk berbagai jenis permainan.

Modus Beast memungkinkan pengguna memodulasi kinerja Samsung Notebook Odyssey tergantung pada perangkat lunak yang dijalankannya, dan Black Equalizer untuk meningkatkan pencahayaan dalam game.

Pengguna juga dapat meningkatkan pengalaman Samsung Notebook Odyssey dengan menambahkan SSD tambahan atau mengganti HDD defaultuntuk penyimpanan tambahan.

Samsung Notebook Odyssey akan tersedia dimulai dari Amerika Serikat pada awal 2019 yang meluas ke Korea, Cina dan wilayah terpilih lainnya.

Baca juga: Samsung gandeng Sprint untuk ponsel 5G di AS
Baca juga: Bixby akan dapat digunakan di Google Play, YouTube, dan Google Maps
Baca juga: Samsung perkenalkan TV dengan resolusi 8K di CES 2019

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi