Pewartasatu.com, Jakarta – Coronavirus termasuk ke dalam keluarga besar virus yang biasanya menginfeksi hewan, namun besar kemungkinan akan dapat menyebar dan meninfeksi manusia.

Penyakit ini menjadi trending awal tahun ini dikarenakan telah menjangkit dan menyebar di wilayah Wuhan, China. Menurut laporan kasus setidaknya ada 59 laporan dengan tujuh (7) penderita dengan kondisi yang serius.

Selain itu, tidak hanya di China saja virus Corona ini sudah mewabah ke beberapa wilayah di Hong Kong, yang dimana sudah ada 30 orang dirawat di RS setelah kembali dari Wulan, China.

Penjabat kesehatan juga telah mengkonfirmasi kasus ini ternyata ditemukan juga di Thailand, Korea Selatan, dan Taiwan.

Dikutip dari CBNC Internsional, Kenali yuk apa itu virus corona yang mengintai.

Banyak sekali orang-orang yang terjangkit virus ini dikarenakan oleh melakukan kontak langsung dengan makanan laut yang dijual di pasaran.

Virus corona ini dapat menyebabkan penyakit sekecil demam, atau dapat seserius MERS dan SARS menurut WHO. Seseorang yang terinfeksi virus ini akan memiliki gejala mirip pneumonia.

Gejala Virus Corona, tanda-tanda umum bisa seperti demam, batuk, sesak napas, dan bahkan akan kesulitan untuk bernapas. Dan untuk kasus yang serius bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan lebih mengerikan bisa menyebabkan kematian.

Pencegahan Virus Corona, sampai saat ini WHO belum merekomendasikan pembatasan perdagangan ataupun perjalanan.

Dan sementara itu, untuk menghindari terjangkitnya virus corona lebih banyak lagi. CDC dan WHO menganjurkan untuk orang yang ingin berpergian sebaiknya menghindari kontak dengan hewan, pasar hewan ataupun orang sakit di Wuhan, China.

Untuk pencegahan lanjutan, CDC menginformasikan bahwa dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air, menghindari menyentuh mata, mulut, ataupun hidung. Serta menjauhkan diri dari orang sakit / terinfeksi.

Masyarakat China dihimbau untuk selalu menggunakan masker untuk melindungi diri dari terinfeksinya virus corona ini.

foto dari pexels

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi