SERIBU DHUAFA DAN YATIM, TERIMA SANTUNAN DARI PERANTAU MINANG

Jakarta, PENA – Sekitar 1800 dhuafa dan yatim, terima santunan dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat Forum Alumni Mahasiswa Minangkabau (DPP-FAMM) Jakarta, terbagi untuk dhuafa dan yatim 800 bingkisan dan 1000 dari UMKM Minang untuk pelajar naik kelas berupa uang.

Ketua panitia penyelenggara santunan pengajian Akbar Minang, M Faris Majid S.Com Sekretaris panitia HANA SALSABILA mengungkapkan melalui santunan dan bantuan untuk dhuafa dan yatim dimotori oleh Buya Fikri Bareno, selaku pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta.

Menurut Fikri, Pengajian Akbar yang akan dilaksanakan, didukung oleh para alumni yang tergabung di FAMM dan sambil berkata, ” In syaa Allah” panitia akan menghadirkan pembicara yang ahli pada tiga pilar pengajian yaitu :
1.Dakwah pengajian Akbar, 2.Pemberdayaan Ekonomi UMKM, 3 Sosial santunan bagi warga perantau.

Tunggu uluran

Saat ini ada puteri urang awak kuliah di perguruan tinggi UNPAD Jatinangor, menunggu uluran dari perantau. Serly Rahma Dewi,Puteri almarhum Herman TNI meninggal 1 Januari 2009 saat tugas sambut tahun baru.

Serly Rahma Dewi saat itu, berumur setahun. Sejak masuk kuliah Serly di UNPAD Juni 2025 sudah mendapat dukungan dari perantau yang didukung oleh Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (GMPI) dari Jakarta.

Menurut B Sudiyono ketua Dapur Santri Indonesia (DSI) Jakarta, Serly Yatim yang pintar dan perlu dukungan urang awak sebab pada semester ketiga terbentur di Tempat kos yang belum lunas dan juga butuh untuk kebutuhan harian dan praktikum

Serly kakek asal Solok Sumbar, Ia mendapat beasiswa dan awal studi dibantu oleh perantau oleh Bapak Yendra Fahmi 7.000.000, Buya Fikri 2000.000, M.Idris 3.000.000, Zul Standar 500.000,

ibu Yurnalis Uddin 250.000, SAS Foundation 3.000.000,- IKM Jabodetabek 1.000.000, Ibu Netty 250.000, GMPI 2000.000.- dan masih menunggu bantuan dunsanak jika ada mau jadi Bapak angkat. Ini data Serly Rahma Dewi Rek Bank Mandiri 1320030757331. Mahasiswi jurusan Kelautan Perguruan Tinggi UNPAD Jatinangor.

Presiden Prabowo melalui ASDEP sudah merekomendasi kepada PEMDA JAWA BARAT secara administrasi kependudukan Serly Rahma Puteri warga kota Cimahi Jawa Barat. GMPI juga bersurat ke Gubernur, Panglima III Siliwangi tetapi kepedulian pejabat kepada warga sendiri tidak ada.

Bulan Oktober 2025 berdatangan pejabat jajaran Pemda setempat, ke rumah Serly, mulai utusan Dedi Mulyadi, dari Dinas Sosial, Walikota, Bazis, Camat, Lurah dan RT/RW hampir setahun kunjungan itu ke kediaman Serly di Ciawitali Pemkot kota Cimahi nol besar, ungkap wartawan PENA di Bandung. PFi