GMPI BAHAS SAMPAH, SAMPAH LAGI DI JAGAKARSA – 500 TON/HARI SIAP UNTUK RDF Jakarta, 19 September 2026 – Koordinator pengelolaan sampah bersama tim inisiatif GMPI (Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia) menggelar rapat membahas darurat sampah di tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan, kata Herman Ketua RW 07 Jagakarsa Jakarta Selatan, Jumat (18/9). Pertemuan jajaran GMPI dan koordinator pengelolaan sampah, Herman telah menyiapkan limbah sampah sebanyak 300-500 ton/hari yang dibutuhkan investor, diinisiasi oleh GMPI. Sekjen GMPI yang berinisiatif dan melibatkan jajaran anggotanya peduli dengan DARURAT SAMPAH*. Tim yang dibentuk sudah berkoordinasi dengan pejabat terkait, dan melayangkan surat ke Gubernur Pramono Anung dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Komunitas GMPI bermaksud menjadi mitra Pemda dalam menanggulangi limbah sampah, karena TPA Bantar Gebang ditutup dan terjadi darurat sampah sejak awal Agustus 2026 di Jakarta. Investor H. Yata Sulaiman yang bekerja sama dengan investor luar negeri, menyiapkan “WASTE ENERGY JERMAN” dan permodalan yang dibutuhkan. Lahan yang dibutuhkan seluas 20-30 hektar, baik di Selatan Jakarta maupun Depok. Sampah yang dibutuhkan 5.000 ton/hari, dan untuk wilayah Jagakarsa, Pasar Minggu, dan Cilandak berkolaborasi menampung sedikitnya 1.000 ton/hari, kini tersedia sekitar 500 ton/hari. Sebagai diketahui limbah sampah yang akan diolah fokus RDF (Refuse Derived Fuel) – bahan bakar dari sampah yang sudah diolah – sebagai bahan bakar alternatif industri semen, boiler, dan pembangkit energi. > “Sampah yang akan menjadi bahan bakar dan barang berharga lainnya, perlu dilestarikan dan dilindungi untuk masa depan generasi hari ini,” kata Risman Thomas dalam pertemuan tersebut. Mantan pejabat Pemda DKI Jakarta, mantan Wartawan LKBN Antara, Sekjen DPP GMPI, serta pencetus berdirinya *PERSATUAN FOTOGRAFI INDONESIA (PFI) tahun 1986, kini mengabdikan diri di kegiatan sosial dan pendidikan. Paparan Herman, sampah di bawah kendalinya terdiri dari limbah organik yang dikelola 30 orang anggota di Jagakarsa. Sedangkan limbah utama yang dibutuhkan adalah anorganik GELONDONGAN, sehingga dibutuhkan puluhan hingga ratusan karyawan untuk memilah tiga unsur: Organik, Anorganik, dan Residu. Komposisi RDF: 30% organik, 30% anorganik, 40% RDF/residu. Jagakarsa darurat sampah sejak stop pembuangan awal Agustus 2026. Warga mulai resah. Dulu ada 30 truk sampah, kini hanya 10 truk. Bantuan mesin pencacah RDF dari perusahaan NestlĂ© melalui CSR tidak berfungsi karena tidak ada SDM, menjadi besi tua di Bank Sampah Induk (BSI) Joey Jagakarsa. Sementara Kholid teknik RDF dari organik dan anorganik bersihnya 40 ton/hari karena tidak ada SDM hanya bisa 20-30 ton/hari, dibutuhkan karyawan profesional. Sesuai rakor, dibentuk tim manajemen persampahan dengan prinsip *POAC dan 5M: 1. Planning: Man, Money (investor/LOAN), Material (bahan baku sampah melimpah), Machine (mesin pabrikan & karya anak bangsa), Methode – diolah menjadi RDF, KOMPOS, BARAKO, MAGOT, BAHAN BAKAR, GASOLINE, BIO GAS. 2. Organizing: Mengorganisir struktur sesuai tugas dan fungsi. 3. Actuating: Menggerakkan sumber daya secara optimal, efektif, efisien. 4. Controlling: Mengawasi dan mengarahkan operator. Susunan Tim Manajemen Darurat Sampah Jakarta: – Ketua/Koordinator: Herman – Wakil: Hj Ferbi – Sekretaris: Risman Thomas – Wakil: Malik Ibrahim – Bendahara: Afriani – Wakil: Dui Astuti – Kabid Operasional: Akhirudin – Kabid Prasarana: Ustad Heru – Kabid Mekanisasi: B. Sydiyono – Bidang Edukasi: Abdul Kholid – Koordinator Keamanan: Safni Tanjung Dengan pedoman POAC, 5M, operator turun ke lapangan tidak canggung dengan pedoman kerja yang jelas.PFi 0 Post navigation ALLAHU AKBAR! ARKEOLOGI SEJARAH FOTOGRAFI INDONESIA DITEMUKAN LAGI KOMANDAN! Hello