Pagi tadi kita Apel Siaga Pemilu 2019 bersama Ketua KPU RI Arief Budiman, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, dan jajaran DKPP serta Bawaslu DKI Jakarta, serta peserta yang terdiri dari seluruh Penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan, kelurahan dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

 

Ketika republik ini didirikan semua menyetujui harus ada pembentukan pemerintahan. Dan hari ini kita berkumpul melanjutkankan apa yang telah dirintis para pendiri republik ini yaitu menyiapkan pemerintahan untuk 2019-2024 baik eksekutif maupun legislatif.

 

Tunjukkan bapak ibu menjaga integritas dengan tak mengadaikan harga diri dengan terlibat kecurangan dll. Pesan utamanya: Jakarta harus dapat menjadi contoh penyelenggaraan pemilu yang transparan, berintegritas. Kerjakan apapun sesuai prosedur karena itulah perlindungan paling kuat dan laksanakan sebaik-baiknya.

 

Pemprov DKI Jakarta akan senantiasa mendukung apapun kebutuhan dari KPU, termasuk tempat rekapitulask suara, kami akan meminjamkan GOR-GOR untuk proses rekapitulasi suara.

 

Dan dengan dukungan teman-teman relawan dari TPS, kelurahan, kecamatan dan kota, InsyaAllah Pemilu Serentak 2019 terlaksana lancar, aman dan sukses.

 

Selamat bertugas. Jaga kehormatan, jaga kepercayaan dan tunjukkan pada Indonesia bahwa DKI Jakarta bisa jadi contoh penyelenggaraan pemilu yang baik.

 

Sumber ,FB , ABW.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi