pewartasatu.com-Bagi umat Islam, dalam sepekan terdapat salah satu hari yang spesial yaitu hari Jumat. Pasalnya pada hari mulia ini, Allah SWT menghadirkan kebaikan-kebaikan dan limpahan rahmat serta kasih sayang-Nya ke pada semua makhluk di bumi. Di hari Jumat juga merupakan hari di mana langit, bumi, dan manusia pertama yang merupakan nenek moyang kita, Nabi Adam as diciptakan.

Banyak amalan-amalan yang dianjurkan dikerjakan di hari Jumat seperti memakai wewangian, memperbanyak dzikir, doa dan shalawat. Waktu di antara ashar dan maghrib di hari Jumat merupakan salah satu waktu yang mustajab. Oleh karena itu dianjurkan perbanyak doa. Sunah di hari Jumat lainnya yaitu memperbanyak shalawat ke pada Rasulullah Saw.

 

Di hari Jumat kita juga dianjurkan untuk membaca surat Al-Kahfi, seperti yang sudah disampaikan dalam hadist. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Di hari Jumat tidak ada salahnya juga kita bersedekah. Seperti yang dilakukan Ibu Heni Suhaeni, mantan pramugari Garuda, bersama pengajian Majelis Ta’lim Asy Syukuriah dan Majelis Ta’lim EX PRI Garuda yang membagikan biskisan kepada anak-anak yatim piatu dan lansia pada tanggal 23 Agustus 2019. Heni Suhaeni berharap, semoga bingkisan yang diberikannya bermanfaat. “Tak lupa ucapan terima kasih kepada para donatur Majelia Ta’lim Asy Syukuriah dan Majelis Ta’lim EX PRI Garuda. Semoga Allah SWT memberi rezeki yang berlimpah kepada kita semua, panjang umur dan barokah serta sehat selalu,” ujar Heni suhaeni

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi