DISKUSI AKBAR! TIM DARURAT SAMPAH & DINAS LH DKI JAKARTA – GUBERNUR PRAMONO ANUNG RESPON POSITIF, LAHAN 5 HEKTAR UNTUK INDUSTRI RDF! Jakarta, PEWARTA NASIONAL – Angin segar bagi penanganan darurat sampah di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Dr. Pramono Anung, memberikan respon positif terhadap permohonan lahan untuk industri RDF (Refuse Derived Fuel) yang diajukan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI). Berdasarkan Surat Registrasi No. 0006881/DKI/2026, Gubernur melimpahkan kebijakan tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti. “Dinas LH dengan jajaran yang ditunjuk Gubernur meminta instansi terkait mendukung program GMPI melalui Biro Pembangunan LH, Sudin LH di wilayah kota,” ungkap Staf Sekretariat Gubernur di Gedung Balai Kota, Kamis (22/10). 40 HARI KERJA MENUNGGU, AKHIRNYA TERWUJUD Inisiator Tim Darurat Sampah, Sekjen DPP GMPI Risman Thomas, MAP, MM, menyambut gembira respon Gubernur. “Apa yang sudah kita kerjakan dan bahas selama 40 hari kerja, sekarang jawabannya sudah menjadi kenyataan. Layangan surat GMPI ke Gubernur, Sekda, Dinas LH, Sudin LH 5 wilayah kota, dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota selama ini menunggu kebijakan Gubernur. Kini sudah terwujud,” ujar Risman dengan nada senang. RAKOR PERSIAPAN – JUMAT 22 OKT 2026 Untuk mematangkan persiapan Diskusi Akbar dengan Dinas LH DKI Jakarta, Tim Darurat Sampah akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor): Hari / Tanggal: Jumat, 22 Oktober 2026 Pukul: 14.00 WIB s.d Selesai Tempat: Pasar Timbul – Alternatif Kantor RW 07, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Agenda: Finalisasi Konsep & Narasi Pembangunan Industri RDF Rakor ini menjadi jembatan penting sebelum Diskusi Akbar dengan Dinas LH Provinsi DKI Jakarta. INVESTOR JERMAN SIAP 2,9 TRILIYUN – BUTUH LAHAN 5 HEKTAR Risman menegaskan, dana dari investor kerjasama dengan pengusaha Jerman sudah siap senilai Rp 2,9 Triliun untuk pembangunan industri RDF di Jakarta. “Dengan harapan jangka pendek untuk lahan 5 hektar sudah tersedia oleh Pemda DKI Jakarta, baik sistem kontrak maupun kerjasama. Adanya respon Pramono Anung sangat menggembirakan tim yang selama 40 hari kerja menunggu,” tegasnya. Gubernur Pramono Anung berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang darurat sampah Jakarta menuju Jakarta bersih dan berkelanjutan. 0 Post navigation RSUD Cicalengka Gelar Donor Darah Dalam Rangka Menyambut Hari Jadi RSUD Cicalengka Ke 17 Babak Baru: Manajemen Menghalangi Kuasa Hukum Pemilik Unit 2705