Pewartasatu.com – Tidak asing lagi dengan salah satu kota ini, Malang Jawa timur. Menyuguhkan beberapa tempat wisata yang indah dan menawan.

Tidak hanya kota batu saja tetapi Malang juga menawarkan keindahan alamnya melalui air terjun. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang beberapa air terjun yang berada di kota Malang.

  1. Coban Jahe

Coban Jahe yaitu salah satu wisata air terjun yang wajib kamu kunjungi ketika berada di Malang. Yaps, Coban malang berlokasi di Jl. Begawan, Dusun Krajan, Taji, Jabung, Malang Jawa Timur 65155. Kamu hanya perlu mengeluarkan biaya untuk kendaraan roda dua Rp 5,000 sementara roda empat Rp 10,000 saja.

Instagram/@malang_mbois/ pict by @helsomkelanarimba

Sedikit informasi, Coban Jahe dahulunya adalah tempat pembantaian pasukan Indonesia sekitar tahun 1948 oleh tentara Belanda. Dari cerita orang terdahulu ada 38 orang gugur dan dimakamkan di taman makam pahlawan yang terdapat di tempat sebelum masuk Coban Jahe.

  1. Coban Ringin Gantung
Instagram/ pict by @yogex.hd

Coban Ringin Gantung ini terletak di Desa Duwet Krajan, Kec Tumpang, Kab Malang, Jawa Timur. Kenapa disebut dengan ringin, karena disamping air terjun tumbuh pohon beringin diantara tebing-tebing.

  1. Coban Kedung Malang Jawa Timur
Instagram/ pict by @riomanggala.13

Coban Kedung ini berlokasi di Sentong, Bantur, Malang, Jawa Timur 65179. Keunikan dari air terjun ini adalah aliran air yang melebar.

  1. Air Terjun Kabut Pelangi
Instagram/ pict by @nuruban_13

Air terjun kabut pelangi ini terletak di Mulyoarjo, Pronojiwo, Kab Lumajang, Jawa Timur. Kenapa disebut dengan kabut pelangi, karena terkadang ada biasan pelangi di sekitaran air terjun. Tetapi bagi kamu yang tidak bisa melihat pelangi, dengan keindahan air terjun dan sejuknya alam sekitar itu menjadi kepuasan tersendiri.

  1. Coban Putri
@instagram/foto by @itsdindac

Coban Putri terletak di Desa Tlekung, Kec Junjero, Batu. Setidaknya kamu harus menempuh lebih dari 17 km dari pusat Kota Malang.

Coban putri dulunya adalah tempat mandi puteri Ken Dedes. Dan pendapat lainnya karena air terjun mirip seperti belahan rambut seorang putri. Itulah pendapat serta mitos kepercayaan masyarakat sekitar.

By User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You missed

PRESIDEN, BANTUAN BEASISWA KEPADA PELAJAR, HARUS TEPAT SASARAN Jakarta, MEDIA – Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program bantuan BEASISWA pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa harus tepat sasaran dan tidak memberikan bantuan langsung secara perseorangan, harus terpadu. Sebab itu bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya. “Presiden menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak mampu terus berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah, seperti dinas pendidikan atau lembaga penyalur beasiswa setempat,” ungkap Asisten Deputi Pengaduan masyarakat sekretariat negara 1.Serly adalah DEFINISI “Tepat Sasaran” itu sendiri! – Anak Pahlawan TNI-AD gugur tugas – Yatim sejak umur 1 tahun (2009) – Mahasiswi UNPAD berprestasi – Jurusan Kelautan (prodi strategis maritim Indonesia) – Semester 3 – butuh Rp 4.500.000 untuk kos & praktikum – bukan untuk gaya hidup! 2. Sudah sesuai arahan Presiden: Tidak minta bantuan langsung perseorangan ke Presiden, tapi terpadu via GMPI, FAMM, Dinas Pendidikan, dan sekarang via DPR RI! 3. Ini bukti GMPI patuh instruksi Presiden: Kita sudah koordinasi dengan Dinsos, Baznas, Camat, Lurah, RT/RW, Pemda Jabar, Pangdam Siliwangi – seperti arahan Asisten Deputi Sekretariat Negara! Di Surat MendesaK 1 Halaman ke 4 Wakil Ketua DPR RI yang sebelumnya tambahkan paragraf emas ini di bawah foto Presiden: “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto (seperti kliping KONTRAS terlampir), bantuan beasiswa harus tepat sasaran dan terpadu. Ananda Serly Rahma Dewi, NIM 230210250081, adalah contoh paling tepat sasaran: puteri almarhum pejuang TNI-AD, yatim sejak 1 tahun, mahasiswi Kelautan UNPAD Jatinangor yang butuh uluran untuk kos Rp 4.500.000 agar bisa lanjut praktikum kelautan demi cita-cita maritim Indonesia.” PFi