JAKARTA SELATAN SIAPKAN 5-10 TON SAMPAH GRATIS PER HARI UNTUK GMPI JAKARTA -PENA Jakarta Selatan menyiapkan sampah 5 sampai 10 ton per hari secara gratis untuk mendukung program *Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (GMPI) yang mendapat dukungan investor dan teknologi *Waste to Energy (WTE) dari Jerman. Dalam sepekan terakhir, tim inti Darurat Sampah DKI Jakarta telah dibentuk dan membagi tugas masing-masing dalam upaya mengatasi darurat sampah di Ibu Kota. Susunan Tim Inti Darurat Sampah: – Koordinator: Drs. Risman Thomas, MAPP – Juru Bicara: Malik Ibrahim – Urusan Lahan: Akhirudin dan Ustad Heru – Urusan Sampah:Herman – Urusan Mesin: B. Sudiyono – Keuangan: Ibu Afriani S, SE – Logistik: Ibu Netty dan Ibu Amira – Advokat : Sapto Fajar Prima SH Koordinator Kegiatan Darurat Sampah, Drs. Risman Thomas, MAPP menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan pengelola sampah wilayah Jagakarsa, Herman, yang juga merupakan tokoh masyarakat dan Ketua RW setempat, pada Rabu petang (08/09/2026). Menurut Herman, untuk wilayah Jagakarsa saja pasokan sampah warga dari 6 kelurahan, 156 RW, dan 550 RT mencapai 300 ton/hari. Jika dibantu dari wilayah tetangga seperti Kecamatan Pasar Minggu dan Cilandak, jumlahnya bisa melebihi kebutuhan Investor GMPI. Risman Thomas yang merupakan mantan pejabat Pemda DKI Jakarta tidak asing dengan pengelolaan sampah. Ia pernah membentuk pengelola kebersihan di seputar Monas berkolaborasi dengan Polda Metro Jaya dan Garnizun, dengan merekrut 950 orang dari 2000 pelamar, terdiri dari 500 petugas kebersihan dan 450 sekuriti Monas. Bahkan selama hampir 2 tahun ia ditunjuk sebagai Kepala Kebersihan Pasar Timbul Jagakarsa, yang setiap hari menghadapi sampah berbau dan berbelatung bersama anggota. “Sehingga Pasar Timbul Jagakarsa menjadi yang terbersih, ungkap staf ahli Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan saat sidak sebelum penetapan penutupan TPA Bantar Gebang Bekasi awal Agustus tahun ini,” ujar Risman. Sebelumnya, Tim GMPI sudah bersurat kepada Gubernur dan meminta bantuan lokasi lahan yang bisa dijadikan tempat penampungan akhir. Sampah tidak perlu lagi dibuang ke TPA, karena sampah yang akan diterima Tim Investor GMPI akan diolah menjadi energi dan membutuhkan karyawan serta lahan seluas minimal 20 hektar yang siap didanai. “Sebagai pilot proyek pertama yang dirancang oleh Tim Investor GMPI dan sudah disurvei adalah di 8 Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS I-VIII) berdasarkan hasil koordinasi dengan unsur teknis Pemda DKI Jakarta, kini menunggu persetujuan Gubernur,” ungkap Risman yang pernah mengikuti Diklat ICDO (International Civil Defence Organisation) dengan konsultan IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) dari UK dan Swiss. “Saat ini kami sudah lega karena sudah tersedia sampah dari Jagakarsa 5-10 ton/hari sebagai pilot proyek kedua yang pasti akan dikelola untuk pembangkit tenaga listrik,” tambahnya. Ketua RW Herman yang peduli lingkungan siap berkolaborasi dengan Tim Investor GMPI menyiapkan pasukan dan kendaraan swadaya masyarakat. Ia didampingi Akhirudin dan Ustad Heru yang sedang menelusuri lahan penampungan sampah di wilayah Jakarta Selatan hingga Depok, Jawa Barat. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat Jakarta Selatan tertekan dengan *Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026* tentang Pemilahan Sampah Rumah Tangga menjadi sampah Organik untuk pupuk dan Anorganik untuk bahan bakar. “Apa saja kerja pemerintah, sampah itu tugas Pemda bukan warga,” kritik tokoh masyarakat Irmansyah di relokasi Perumahan Pesakih Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Ia menambahkan, “Gunakan lahan-lahan kosong yang ada di setiap wilayah kota administrasi Jakarta, sebagian menjadi lahan tidur di bawah Dinas Pertamanan dan Pertanian.” “Sebagai contoh di wilayah Jagakarsa sebagian lahan masih ada celah untuk proyek menampung sampah untuk diolah dengan menggunakan alat WTE Jerman yang didukung investor papan atas di Jakarta,” tutup Jubir Malik Ibrahim. PFi — 0 Post navigation JAKARTA SELATAN SIAPKAN SAMPAH GRATIS UNTUK GMPI