SEMUA BISA DIATUR

Pendiri Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN Antara) almarhum Adam Malik, dan juga mantan wakil Presiden Republik Indonesia, pernah berkata, ” Semua bisa diatur,” katanya kepada peserta, yang mengikuti Kursus Dasar Pewarta (Susdape) bagi pemula calon wartawan Antara waktu itu.

Mantan wakil presiden Republik Indonesia itu juga melansir, ucapan anak Medan, ” Epeng Ngatur Dunia oh” Jadi semua bisa diatur yang penting “Ado Putih”, kato urang awak di pasar tanah Abang yang menggelar dagangan di emperan lalu lalang pejalan setapak, kemudian dijuluki Pedagang Kaki Lima ( PKL).

Begitu juga mau menjadi pejabat negara maupun pejabat pemerintah, yang penting semua bisa diatur dan tergantung ada uang bisa menjadi pejabat dan pengurus parpol, kemudian calon Legislatif alias Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun calon Legislatif tingkat Provinsi, kabupaten maupun tingkat kotamadya.

Calon anggota DPR maupun DPRD di suatu kota, seperti Jakarta ini, saat Pilpres Februari 2024 lalu, Caleg yang mengikuti perhitungan suara saat itu di tingkat RT/RW hingga ke tingkat desa/kelurahan suara yang diraih dari awal mencapai 4-6 ribu. Tetapi setelah penghitungan di tingkat kecamatan, kota dan provinsi hingga ke KPU daerah maupun pusat, suara yang diraih semula 4-6 ribu bisa menjadi 15-20 ribu suara.

Surat Al An’am dalam Al Qur’an ayat 123 : Menyebutkan ” Dan demikianlah pada setiap negeri kami jadikan pembesar pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya,” Menurut sebagian musafir, “Akabira Mujrimiha” Ialah para penjahat penjahat besar.

Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, ” kami tidak percaya (Beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada Rasul Rasul Allah.

Allah lebih mengetahui dimana dia menem patkan tugas Kerasulan – Nya. Orang orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan Azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.

Dua ayat Al Qur’an dari surat Al’Anam 123-124 menjelaskan ada di setiap negeri penjahat penjahat besar yang melakukan tipu daya untuk meraih kekuasaan dan jabatan, demi kepentingan, kepentingan kelompok, untuk meraih harta, tahta dan terakhir terbelenggu oleh wanita.

Mengutif pembicaraan dan statement di Video sabtu 17 Agustus 2024, salah seorang pimpinan Parpol, berucap tidak saatnya anda maju untuk calon gubernur lagi.

Ungkapan tersebut tampaknya untuk mencegal calon gubernur pilihan rakyat di Jakarta, meskipun sebelumnya seiring sejalan terpaksa berpisah karena merebut kekuasaan, kawan menjadi lawan, lawan menjadi kawan. Itulah fenomena dunia persahabatan.

“Berpisah sebab ada kepentingan tadinya kawan kemudian menjadi lawan, terpaksa ditinggalkan demi kekuasaan, jabatan, dan uang. Semua bisa diatur dan ada uang yang mengatur,” ungkap Drs Risman Thomas, MM kepada Media, Caleg DPRD Jakarta 2024, dulunya juga wartawan LKBN Antara, terakhir Purna bakti, pejabat Pemda DKI Jakarta. PFI