Mengenang wafatnya KH Bani nayasik

Tasikmalaya –media Haul merupakan tradisi peringatan meninggalnya seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukan selama didunia diterima Allah.(15/8)

Tradisi haul biasanya hanya ditemui di kalangan masyarakat muslim Peringatan haul sangat dipengaruhi oleh ajaran tasawuf yang menempatkan guru atau orang tua sebagai panutan atas dedikasi pengajaran ilmu terhadap masyarakat umum dan murid-muridnya.

sehingga wafatnya mereka layak diperingati oleh keluarga dan murid-muridnya untuk mengenang keteladanan dan keutamaan tertentu yang tak dimiliki sembarang orang pada masa hidupnya .

KH ubu Bustomi perwakilan dari keluarga besar Bani nayasik,pada sambutannya mengatakan dengan dengan rasa kecintaanya terhadap kake buyut keluarga besar Bani nayasik .

dalam acara haul ratusan warga, sanak saudara, kerabat teman dekat untuk bersama-sama turut mendo’akan almarhum almarhumah. keluarga besar mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para jamaah sekalian

“Terimakasih atas kehadiran bapak-bapak sekalian dalam acara haul keluarga kami , semoga kehadiran bapak-bapak sekalian menjadi keberkahan dan wujud silahturahmi diantara kita,” kata KH ubu Bustomi

Acara diisi dengan pembacaan surah Yasin, tahlil, tahmid, barjanji memuji keagungan Nabi Muhammad SAW dan tausiah keagamaan, dalam tausiyah dikatakan bahwa haul merupakan bagian dari rasa bakti anak kepada kedua orang tuanya, karena atas asuhan dan didikannya kita bisa seperti sekarang ini.

“Do’akan orang tua kita insyaallah keberkahan dan rezeki kita akan dilimpahkan oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan silahturahmi dan saling memaafkan diantara jama’ah yang hadir. (andy)