Penggerak SAS H.Irwanto, SE. PFi

PERANTAU SAS DUKUNG PUTERA PUTERI YANG BERPRESTASI DI BIDANG PENDIDIKAN

Pekanbaru baru, Media – Dalam upaya ikut mencerdaskan anak keponakan, warga, kenegarian Sulit Air, baik yang berada di kampung halaman Sulit Air maupun yang berdomisili di perantauan, tetap menjadi perhatian DPP SAS.

Ketum Organisasi Sulit Air Sepakat (SAS) Nasferi Anwar, S.H.M.H, mengungkapkan hal tersebut, ” Kami jajaran DPP hingga DPC dan DPD SAS, sangat mendukung putera puteri sulit Air yang berprestasi di bidang pendidikan, katanya sungguh.

Ketua umum DPP SAS terpilih 2026-2030 yang dipimpin oleh Nasferi Anwar,SH.MH, mengungkapkan terobosannya untuk membangkitkan organisasi SAS dan Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air (IPPSA) seperti dulu yang melahirkan generasi generasi cekatan, ungkapan itu disampaikan kepada media saat dialog lewat Selulernya di Pekanbaru awal pekan ini.

Generasi terdahulu, sebagian besar sukses dalam berbagai bidang seperti menjadi pejabat di lembaga eksekutif pemerintahan, duduk sebagai anggota Legislatif di DPR RI Maupun DPRD, sukses juga sebagai pengusaha, dan menjadi dekan dan rektor di berbagai perguruan tinggi dan lain sebagainya.

Mereka sukses sebab dibekali dan disepuh dalam berbagai kegiatan pendidikan informal melalui IPPSA, dulu IPPSA – IPPSA yang terdapat di berbagai kota kabupaten provinsi berkompetisi setiap tahun pada acara KONFERENSI SAS sebutannya masa dulu, Keren !

Untuk memajukan anak kaponakan dan warga serta anak nagari di daerah setempat, berkumpul pemuda pemudi pelajar melakukan berbagai fokus kegiatan seni budaya,kesenian, dan olahraga serta “Learning to be a leader ” dalam bentuk dialogis dan discuss. Kegiatan mereka tersebut didukung oleh Ibu Bapak yang tergabung di organisasi Sulit Air Sepakat.

Pada tahun 1970 – 1980 an antar IPPSA yang selalu bersaing untuk meraih Jempol pada KONFERENSI SAS menampilkan berbagai kegiatan Seni Budaya, Olahraga, tenis meja, ikut berburu Kondiak serta Sepak bola, berlaga sesama IPPSA. Kompetisi antar IPPSA berbeda utusan dalam berbagai kegiatan IPPSA kota Pekanbaru selalu the best, saat diketuai oleh almarhum Bujang Kancia dulunya.

Kemudian IPPSA kota Padang dan IPPSA Palembang selalu bersaing. IPPSA Padang diketuai oleh Helmi Panuh, dan IPPSA Palembang oleh Syahrial dan IPPSA Bandung diketuai oleh Happy Bone, mantan Anggota Legislatif dan dosen terbang di beberapa perguruan tinggi di Jakarta dan Bandung.

Selain itu juga tampil kader IPPSA dari kota Pekanbaru Risman membentuk IPPSA Solok 1978, melalui kegiatannya sebagai guru bahasa Inggris dan pramuwisata sehingga IPPSA Solok diramaikan oleh putera puteri dari nagari Sulit Air yang sekolah di kota SOLOK.

Kemudian putera puteri yang tergabung di IPPSA belajar bahasa Inggris dan aktif latihan keolahragaan serta tari tarian seni budaya dengan alat tradisional, seperti canepong, Puput sarunai bangsi. Dari kegiatan tersebut, diinisiator oleh penulis untuk membentuk organisasi SAS, terpilih ketua almarhum Abdul Muis, Bendahara Sayuti,Sekretaris Tantawi, Bapak Amir Hotel Timbulun dan Almarhum Ibu Asmak sukur nama tersebut sebagai pengurus inti DPC SAS Solok.

“Jadi keberhasilan generasi warga SAS terdahulu karena mereka disepuh dan dilatih dalam program kerja Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air (IPPSA). Berbeda dengan generasi pemuda dan pemudi Sulit Air sekarang, Mereka tidak merasakan pahitnya kopi, dan tidak merasakan masinnya garam, dan tidak merasakan padehnyo Lado, “ujar Irwanto penggerak organisasi SAS

Dengan demikian putera puteri Sulit Air yang sukses hanya bisa dihitung di generasi sekarang dan yang berprestasi pun terbatas yang sukses disebabkan Ibu Bapaknya yang sukses dalam kegiatan bisnis, atau jadi pejabat atau pengusaha serta menjadi Chief Excutif Organisation (CEO) YARSI yang diinisiator oleh Profesor Dr Yurnalis Uddin suksesnya hari ini, susahnya saat kuliah di Jogyakarta sebagai mahasiswa yang penuh suka dukanya.

Begitu juga dengan Dr Happy Bone Zulkarnain lolos jadi anggota DPR RI dua periode lumayan kini aktif sebagai guru besar dan pengusaha. Yan