. .PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH JAKARTA DIFOKUSKAN KE RDF

Jakarta PENA, Proyek pengolahan limbah sampah Jakarta difokuskan ke pengolahan RDF (Refuse Derived Fuel) yang sudah disepakati oleh tim yang diinisiasi oleh Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (GMPI) sebagai pengelola, dengan kepanitiaan yang bertanggung jawab secara administrasi dan manajemen.

Pertemuan Rapat Koordinasi Pengurus GMPI dengan Investor yang dipimpin oleh pemodal H. Yata Sulaiman, yang blak-blakan kepada peserta yang ingin berbagi dengan masyarakat untuk pengolahan limbah sampah, katanya di kediamannya Selasa petang (15/9).

Ditekankan kepada calon Ketua, Sekretaris dan Bendahara, pilihlah panitia pengolahan limbah sampah yang mampu memanage dari sembilan konsultan profesional yang hadir berkaitan dengan keahliannya masing-masing untuk menjadi tim yang solid.

Proyek sampah ke depan membutuhkan tenaga kerja yang banyak sebab limbah sampah yang kita tampung dan dipilah yaitu limbah sampah gelondongan, sebab itu diperlukan tenaga pemilahan untuk meraih sampah organik, anorganik, dan residu.

Sebagai pilot proyek pengelolaan limbah sampah ditetapkan oleh tim di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang sudah ada bahan bakunya, tersedia 300-500 ton/hari, ungkap Herman Ketua RW 07 Kelurahan Serengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

Sampah yang terdapat di bawah pimpinan Herman selaku Ketua RW 07 dengan rincian, limbah yang dikumpulkan dari 156 Rukun Tetangga, dengan 56 pemilah yang menunggu sampah bersama anggotanya, mengumpulkan dari rumah ke rumah.

Menurut Herman, dari 565 RT, di bawah koordinasi ada 156 RW, 6 Kelurahan di Kecamatan Jagakarsa, bisa dikumpulkan sampah 300-500 ton limbah sampah dan dikelola oleh staf yaitu untuk pupuk, bensin dan lainnya.

Sampah yang dikumpulkan dipilah oleh warga, GMPI sudah mengolah sampah menjadi 30 ton dari setiap 100 ton dan kami siap setiap waktu. Limbah yang dibagi beberapa unsur yang bergabung dengan tim GMPI, sampah organik dan anorganik dipilah menjadi pupuk dan lainnya.

Sekjen DPP GMPI Drs. Risman Thomas, MAPP sebagai inisiator, menggerakkan anggota mendampingi Herman yang sudah berpengalaman untuk mengelola sampah, mempersiapkan limbah sampah dengan 30 orang anggotanya.

Drs. Risman Thomas, MAPP yang menggerakkan anggota GMPI sebelum ditetapkan penutupan TPA limbah sampah ke Bantar Gebang Bekasi awal Agustus tahun ini, sudah mempersiapkan anggotanya sesuai harapan Investor yang akan menggunakan WASTE TO ENERGY JERMAN.

Dalam kegiatan pengolahan limbah sampah di Jakarta, kita akan mengundang pemodal dan pengusaha dari Jerman sebagai mitra, kata Yata Sulaiman, sebab Ia jebolan dari perguruan tinggi di Jerman, baik Sarjana dan Magister yang diraihnya studi di negara itu.

Tim GMPI sudah melayangkan surat kepada *Gubernur Pramono Anung*, memohon arahan jika ada lahan tidur yang dapat digunakan atau limbah sampah yang bisa dimanfaatkan sebagai mitra untuk pengolahan limbah sampah menjadi bahan bakar.

Selain lahan yang dibutuhkan juga direncanakan untuk menampung limbah sampah di *delapan UPRS I-VIII di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Lahan yang tersedia oleh Pemda dikontrak 5 tahun setelah dibeli, jadi kata investor pertama kita kontrak MOU dengan Pemda DKI Jakarta.

Lahan yang dibutuhkan saat ini untuk pilot proyek awal seluas 5-10 hektar, berlokasi jika ada di wilayah Jakarta Selatan hingga ke Kota Depok, untuk masa kontrak 5 tahun dan pembelian selanjutnya, ulang Pemodal yang sudah mempersiapkan dana operasi 500 Miliar – 1 Triliun untuk tim GMPI.

Tim Darurat Sampah siap mengelola sampah dengan mitra kerja bersama konsultan dari Jerman. Pembina Bapak H. Yata Sulaiman lulusan Amerika, Jerman dan Inggris selaku investor siap mendukung program Pemda DKI Jakarta dalam mengatasi sampah.

Penggerak darurat sampah Jakarta yang diinisiatori oleh GMPI mendapat sambutan dari Dinas Lingkungan Hidup yang sudah dikoordinasikan jauh hari dan juga dari Investor tertarik kerja tim gerak cepat serta para peserta yang jadi calon ketua dan pengurus darurat sampah yang akan dirapatkan Jumat petang (18/9).

PFI – GMPI