RSUD Cicalengka Gelar Khitanan Massal Ceria Meriahkan HUT RI Ke 81

Jawa Barat || pewartanasional.com || Sebanyak 50 anak dari wilayah Kecamatan Cicalengka, Nagreg, Cikancung, dan Rancaekek mengikuti kegiatan Khitan Massal Ceria yang digelar RSUD Cicalengka bersama DKM Mesjid Al-Askariyah, Minggu (23/08/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan khitan massal ini tidak sekadar memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian RSUD Cicalengka terhadap kebutuhan warga di luar pelayanan pengobatan ketika sakit.

Dengan suasana yang dibuat ramah anak dan penuh keceriaan, puluhan peserta bersama orang tua mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bagi sebagian keluarga, program khitan gratis ini menjadi bantuan yang sangat berarti sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

RSUD Hadir Bukan Hanya Saat Warga Sakit

Ketua Panitia Khitan Massal Ceria RSUD Cicalengka mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit tidak semata-mata dinilai dari pelayanan ketika pasien datang dalam kondisi sakit, tetapi juga dari sejauh mana rumah sakit mampu hadir menjawab berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan Khitan Massal Ceria ini, kami ingin menunjukkan bahwa RSUD Cicalengka tidak hanya hadir saat masyarakat membutuhkan pengobatan karena sakit. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan lainnya, termasuk khitan, kami juga ingin hadir dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Ketua Panitia.

Ia menjelaskan, sebanyak 50 peserta berasal dari empat kecamatan, yakni Cicalengka, Nagreg, Cikancung, dan Rancaekek. Seluruh peserta mendapatkan pelayanan khitan dari tenaga kesehatan RSUD Cicalengka.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat peringatan HUT RI ke-81. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu keluarga dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak peserta,” katanya.

Ketua panitia menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai pelayanan yang tersedia di RSUD Cicalengka kepada masyarakat secara lebih luas.

“Harapan kami, masyarakat semakin mengenal RSUD Cicalengka. Semakin dikenal, semakin dipercaya, dan tentu kami harus terus berbenah agar rumah sakit ini dapat berkembang dengan baik serta memberikan manfaat dan dampak yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Orang Tua Peserta Puas, Khitan Gratis Sangat Membantu

Apresiasi positif datang dari salah seorang orang tua peserta, Milda, warga Desa Ganjarsabar, Kecamatan Nagreg. Putranya, Muhammad Arkanza, menjadi salah satu dari 50 anak yang mengikuti Khitan Massal Ceria RSUD Cicalengka.

Milda mengaku bersyukur karena program khitan gratis tersebut sangat membantu keluarganya. Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh seluruh tenaga kesehatan dan panitia selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan sangat puas dengan pelayanan yang diberikan RSUD Cicalengka. Program khitan gratis ini benar-benar sangat membantu kami sebagai orang tua. Dari awal sampai proses pelayanan, kami merasa dilayani dengan baik dan puas serta anak-anak juga dibuat senyaman mungkin,” ungkap Milda.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.

“Saya berharap ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan pesertanya bisa lebih banyak lagi. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan program khitan gratis seperti ini. Semoga RSUD Cicalengka semakin maju, semakin berkembang, dan terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Direktur RSUD Cicalengka, dr. H. Yani Sumpena Muchtar, S.H., M.H.Kes., mengatakan Khitan Massal Ceria merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat Kabupaten Bandung dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, RSUD Cicalengka memiliki tanggung jawab untuk terus memperluas manfaat pelayanan kesehatan, tidak hanya melalui layanan kuratif atau pengobatan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

“RSUD Cicalengka tidak hanya hadir ketika masyarakat datang dalam keadaan sakit. Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk melalui kegiatan khitan massal seperti ini,” ujar dr. H. Yani.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen manajemen RSUD Cicalengka untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Sebanyak 50 peserta dari Kecamatan Cicalengka, Nagreg, Cikancung, dan Rancaekek mengikuti kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata, membantu masyarakat, dan memberikan pengalaman yang baik bagi anak-anak maupun orang tua mereka,” katanya.

Lebih lanjut, dr. H. Yani berharap masyarakat semakin mengenal dan percaya terhadap pelayanan RSUD Cicalengka.

“Kami berharap RSUD Cicalengka semakin dikenal luas oleh masyarakat. Dengan dukungan dan kepercayaan masyarakat, kami akan terus berupaya berkembang, meningkatkan kualitas pelayanan, melengkapi kebutuhan, serta memberikan dampak yang semakin besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa RSUD Cicalengka bangga menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Bandung dan turut mendukung semangat pembangunan daerah.

“Kami bangga menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang terus bergerak menuju Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS. Semangat BEDAS menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, bekerja lebih baik, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Direktur RSUD Cicalengka.

Kegiatan Khitan Massal Ceria tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus dimulai dari ruang perawatan. Di tengah semangat peringatan HUT RI ke-81, RSUD Cicalengka memilih hadir langsung memberikan manfaat, membantu keluarga, dan menghadirkan senyum bagi puluhan anak.

Bagi 50 peserta, kegiatan tersebut mungkin hanya berlangsung dalam satu hari. Namun bagi orang tua mereka, bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian yang nyata—bahwa rumah sakit bukan hanya tempat untuk datang ketika sakit, melainkan juga tempat masyarakat mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan.

Khitan Massal Ceria RSUD Cicalengka pun menjadi pesan kuat bahwa pelayanan kesehatan yang humanis adalah pelayanan yang mampu hadir, mendengar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adebun)

You missed

Yuk, belajar bahasa Inggris di Friendly. PFi STUDENT TODAY, TEACHER TOMORROW Jakarta, PENA -Motto belajar di Friendly International English School (FIES ) Jakarta, Student Today, Teacher Tomorrow. Pelajar untuk meraih Sertificat Training Of English Foreign Language (TOEFL) sangat diperlukan oleh seseorang pelajar. “Baik staf, jurnalis, Jubir maupun yang sudah meraih gelar sarjana sebagai syarat untuk meliput event, dan guru, serta melamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau bekerja di perusahaan asing dalam dan luar negeri,” ungkap Mister Thomas kepada calon pelajar di Jakarta, baru baru ini. Mr Thomas, panggilan sejak dinobatkan oleh almamater FIES di kota Batusangkar, Sumbar, sebab buku pegangan Risman selama mengikuti informal Education, yakni Thomas Alva Edison, the man who lighted the world. Seiring dengan kegiatan belajar dan mengajar juga aktivis di Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air (IPPSA) dan pendiri FIES, mengungkapkan hal tersebut kepada pegawai HONDA dan guru guru honor dalam suatu pertemuan, membahas untuk syarat CPNS, TOEFL di Jakarta. Menurut Risman, sebagian besar lulusan perguruan tinggi yang berminat menjadi pegawai negeri sipil atau aparat sipil negara (ASN) diwajibkan untuk memenuhi syarat seleksi yang telah memiliki sertifikat (Ijazah) bahasa Inggris dari sebuah kursus terdaftar atau sekolah bahasa Inggris. Sebelum reformasi Kementerian Pendidikan melalui Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (Diklusepora) memberi pembinaan dan pelatihan Learning to be a teacher kepada pengelola Informal Education di kota Padang Sumatera Barat. Sistem proses belajar mengajar di bidang bahasa Inggris, terdiri tingkat Elementary, Intermadiate dan Advance. Kemudian diselaraskan di tingkat Elementary, menjadi Dasar Satu dua, Tingkat Intermadiate, menjadi Terampil satu Dua dan Tingkat Advance menjadi Mahir. Setiap tingkat tersebut dituntaskan oleh pelajar selama 3-5 bulan (Elementary) dan selama 4-6 bulan ( Intermadiate) dan selama 5 bulan ( Advance). Penyelenggara kursus bahasa Inggris juga menghadirkan Native Speaker dan mengundang Westren People yang berkunjung ke kursus untuk praktek. ” No body can speak English well, without practicing, ” ungkap Herve De Je Lean Batie dari Perancis, meraih Sarjana di Paris 7 Januari 1985, dengan skripsi Rumah Adat 20 Ruang di Nagari Sulit Air Sumatera Barat. Pelajar kursus selain Learning to be a teacher, setiap pelajar bisa mengajar dengan Pola by Pola. Pelajar diajarkan bagaimana menciptakan kalimat sesuai dengan apa yang ingin diucapkannya. Jadi, pelajar bahasa Inggris bukan diajar menghafal tetapi pelajar menciptakan kalimat atau speaking sesuai keinginannya. Disinilah kelebihan FIES, makanya motto kita “STUDENT TIDAY, TEACHER TOMOROW”kata Risman yang masuk KE JAJARAN PEMDA DKI karena bahasa Inggris. Menurutnya, siswa yang selesai mengikuti pebdidikan, setiap tingkat juga meraih certificat atau ijazah, sebagai tanda kelulusan, baik di tingkat Elementary, Intermadiate atau Advance yang mendapat ijazah, berlogo Garuda yang menjadi perhatian Badan Kepegawaian Negara untuk syarat CPNS saat itu. Jadi, warga yang berminat ikut seleksi CPNS, sudah berijazah / sertifikat dari sebuah kursus yang disyaratkan. Certificat atau Ijazah bahasa Inggris dulu diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan tingkat provinsi melaksanakan seleksi dan kementerian pendidikan yang menerbitkan ijazahnya. Setelah reformasi, kementerian dalam negeri, menyelenggarakan Diklat TOEFL kepada karyawan yang sudah menjadi PNS untuk bisa melatih atau menyeleksi syarat CPNS yang mengikuti seleksi dan mereka yang sudah ikut Diklat, bisa ikut tim seleksi. Diklat TOEFL yang diikuti oleh PNS dari 34 Provinsi saat itu, dan utusan DKI Jakarta diwakili oleh Drs Risman Thomas, MAPP dari Dinas Tramtib dan Linmas, kini menjadi SAT POL PP, saat itu Ia terpilih untuk ikut DIKLAT TOEFL selama 3 bulan yang diselenggarakan oleh Diklat Kemendagri di Jakarta