JAKARTA — SpaceX menjalin kemitraan multi-tahun dengan Qualcomm untuk membangun jaringan 5G darat bagi layanan Starlink Mobile di Amerika Serikat. Penerapan pertama dijadwalkan pada 2027 di puluhan ribu situs seluler. Langkah yang diumumkan pekan ini menandai ambisi perusahaan milik Elon Musk itu untuk tidak lagi sekadar menjadi penyedia internet satelit, tetapi juga operator seluler yang bersaing dengan pemain lama. Dalam kerja sama itu, Qualcomm memasok platform Dragonwing Cellular Infrastructure, berupa perangkat keras dan lunak untuk stasiun pangkalan (base station). Paket tersebut mencakup unit radio QRU100 dan unit pemrosesan QDU100 dengan teknologi massive MIMO 64 jalur pengirim dan 64 jalur penerima. Qualcomm menyebut kesepakatan ini sebagai kesepakatan 5G terbesarnya. Cara Kerja Jaringan 5G Starlink Mobile Starlink Mobile dirancang memadukan dua lapisan jaringan. Lapisan pertama adalah satelit direct-to-cell yang dapat terhubung langsung ke ponsel di wilayah tanpa sinyal. Lapisan kedua adalah jaringan terestrial berupa menara dan stasiun pangkalan konvensional, yang kini dibangun bersama Qualcomm. Senior Vice President Starlink, Michael Nicolls, menggambarkan proyek ini sebagai upaya membangun jaringan satelit dan terestrial nasional pertama di AS yang terintegrasi penuh. Adapun Durga Malladi dari Qualcomm menyebut kedua perusahaan berpeluang meletakkan fondasi bagi teknologi 6G. Elon Musk melalui akun X, Rabu (4/11/2026), menilai teknologi Qualcomm “sangat bagus”. Selama ini Starlink Mobile hadir melalui kemitraan dengan operator, misalnya T-Mobile di AS. Dengan jaringan darat sendiri, SpaceX berpotensi menjadi penyedia jaringan seluler nasional keempat di negara tersebut. Skala Menara dan Persoalan Spektrum Jumlah lokasi yang akan dibangun belum dirinci secara resmi. Kesepakatan dengan Qualcomm hanya menyebut “puluhan ribu” situs, sementara satu laporan yang dikutip Telset menyebut SpaceX berpotensi memakai hingga 80.000 menara seluler di AS. Angka terakhir itu belum dikonfirmasi perusahaan. Perangkat saja tidak cukup. Presiden TMF Associates, Tim Farrar, seperti dikutip TechRadar, menilai jalan tercepat bagi Starlink adalah mengamankan tambahan spektrum, antara lain dari sisa aset EchoStar, serta menuntaskan perjanjian sewa menara. Operator Lama Masih Skeptis Rencana ini memicu tanggapan dari industri telekomunikasi. CEO Deutsche Telekom, induk T-Mobile, Tim Höttges, dalam paparan kinerja perusahaan memperkirakan pembangunan jaringan seluler nasional membutuhkan modal minimum sekitar US$200 miliar, atau sekitar Rp3.200 triliun dengan kurs Rp16.000 per dolar AS. Menurut dia, biaya sewa menara bisa menambah US$20 miliar hingga US$30 miliar. Höttges menyebut SpaceX sebagai ancaman yang “super serius”, tetapi mengingatkan bahwa bisnis ini “bukan makan siang gratis”. Ia membandingkan spektrum yang dimiliki SpaceX, sekitar 76 MHz, dengan 400 MHz milik Deutsche Telekom. Angka itu merupakan klaim Höttges dan belum diverifikasi secara independen. Analis Ookla, Mike Dano, menilai kesepakatan dengan Qualcomm memperkuat peluang Starlink Mobile menjadi operator keempat yang kredibel di AS, meski butuh setidaknya beberapa tahun. Dalam pengujian Ookla, satu dari tujuh pesan teks melalui layanan satelit langsung ke ponsel Starlink gagal terkirim, dibandingkan sekitar satu dari 50 pesan pada jaringan terestrial. Bagaimana dengan Indonesia? Rencana jaringan 5G darat ini sejauh ini hanya ditujukan untuk pasar AS. Belum ada pengumuman mengenai layanan serupa di Indonesia, tempat Starlink selama ini beroperasi sebagai penyedia internet satelit untuk pelanggan rumah dan bisnis. Meski demikian, arah bisnis SpaceX patut dicermati operator seluler di Tanah Air. Model gabungan satelit dan menara berpotensi menjadi pilihan untuk menjangkau daerah terpencil dan kepulauan yang selama ini sulit dilayani jaringan konvensional. Penerapannya di Indonesia tentu tetap bergantung pada regulasi spektrum dan perizinan dari pemerintah. Sumber: Telset: SpaceX dan Qualcomm bangun jaringan 5G Starlink Mobile di AS Telset: Qualcomm pasok base station Starlink Mobile, jaringan 5G AS mulai 2027 Telset: Bos T-Mobile ragukan Starlink Mobile Bisnis.com: SpaceX pakai perangkat Qualcomm untuk bangun jaringan 5G Starlink 0 Post navigation Iran Kirim Proposal Nuklir ke AS via Qatar, Ajukan 7 Syarat Penjurusan SMA IPA, IPS, Bahasa Kembali Berlaku 2027/2028