Gubernur NTB Usul Kuota Alumni Pesantren dalam Rekrutmen TNIIlustrasi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan adanya kuota khusus bagi alumni pesantren dalam rekrutmen TNI. Usulan itu disampaikan dalam doa bersama peresmian Komando Daerah Militer (Kodam) XXX/Rinambora di Mataram, Jumat (6/11/2026), dan mendapat tanggapan positif dari Panglima Kodam setempat.

Iqbal menilai lulusan pesantren memiliki modal kuat untuk menjadi prajurit karena pendidikan di pesantren tidak hanya membekali pengetahuan agama, tetapi juga membentuk kedisiplinan, karakter, dan akhlak.

Kodam Baru, Kebutuhan Personel Bertambah

Usulan tersebut muncul seiring berdirinya Kodam XXX/Rinambora yang kini dipimpin Mayor Jenderal TNI Edi Saputra sebagai Pangdam. Kehadiran kodam baru di NTB merupakan bagian dari penataan organisasi TNI Angkatan Darat yang membentuk enam kodam baru di sejumlah wilayah.

Selain mengisi struktur kodam baru, TNI juga merencanakan pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di setiap kabupaten. Menurut pemberitaan JPNN dan Republika, kedua rencana itu membuat kebutuhan personel diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam konteks inilah Iqbal melihat peluang bagi santri dan alumni pesantren di NTB. Pulau Lombok, yang dikenal dengan julukan “Pulau Seribu Masjid”, memiliki tradisi pendidikan pesantren yang kuat.

Sebelum Kodam XXX/Rinambora berdiri, wilayah NTB berada di bawah Kodam IX/Udayana yang bermarkas di Denpasar dan membawahi Bali, NTB, serta Nusa Tenggara Timur. Dengan kodam sendiri, rentang kendali satuan teritorial di NTB menjadi lebih dekat, termasuk dalam urusan pembinaan wilayah dan perekrutan.

Pangdam Sambut Positif Usulan Rekrutmen TNI Jalur Pesantren

Pangdam XXX/Rinambora Mayjen TNI Edi Saputra menyambut baik usulan sang gubernur. Respons positif itu dilaporkan sejumlah media, antara lain Republika dan Beritasatu.

Meski demikian, usulan ini belum menjadi kebijakan. Hingga Sabtu (7/11/2026), belum ada keputusan resmi dari Markas Besar TNI ataupun TNI Angkatan Darat mengenai kuota khusus bagi alumni pesantren. Penerimaan prajurit TNI selama ini diatur secara terpusat, dengan persyaratan umum seperti batas usia, kesehatan, kemampuan jasmani, dan psikologi yang berlaku bagi semua pendaftar.

Secara umum, rekrutmen TNI dibuka melalui beberapa jalur, yakni Akademi Militer untuk calon perwira, Perwira Prajurit Karier bagi lulusan perguruan tinggi, serta jalur bintara dan tamtama. Alumni pesantren sejatinya dapat mendaftar melalui jalur-jalur tersebut selama memenuhi syarat pendidikan dan seleksi. Usulan Iqbal menekankan perlunya porsi khusus agar peluang mereka lebih terbuka.

Poin-poin penting

  • Pengusul: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
  • Momentum: doa bersama peresmian Kodam XXX/Rinambora di Mataram, 6 November 2026.
  • Isi usulan: kuota khusus alumni pesantren dalam penerimaan prajurit TNI.
  • Tanggapan: Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra menyambut positif.
  • Status: masih berupa usulan, belum ada keputusan resmi TNI.

Peluang dan Tantangan

Bagi daerah, usulan ini berpotensi membuka jalur pengabdian dan lapangan kerja baru bagi lulusan pesantren di NTB, seiring bertambahnya kebutuhan personel di kodam yang baru berdiri.

Namun, bila diwujudkan, skema kuota perlu dirancang agar tetap menjaga standar seleksi dan prinsip kesetaraan bagi seluruh pendaftar. Rincian semacam itu bergantung pada keputusan pimpinan TNI di tingkat pusat.

Sumber: