TOKYO — Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah tengah Jepang pada Minggu (8/11/2026) dini hari. Guncangan yang berpusat di bagian barat Prefektur Shizuoka itu melukai puluhan warga di Prefektur Aichi dan Shizuoka, memecahkan kaca bangunan, serta sempat menghentikan sejumlah layanan kereta, termasuk kereta cepat Shinkansen. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi pukul 01.04 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 40 kilometer. JMA memastikan tidak ada peringatan maupun imbauan tsunami yang dikeluarkan setelah gempa tersebut. Jumlah Korban Luka Gempa Jepang Terus Diperbarui Angka korban luka berbeda antarlaporan karena data dari pemerintah daerah terus diperbarui sepanjang hari. CNN Indonesia, mengutip media lokal Chunichi Shimbun dan Tokai Television, melaporkan sedikitnya 24 orang terluka di kedua prefektur. Sejumlah media lain yang terbit belakangan menyebut jumlahnya mencapai 28 orang. Otoritas Prefektur Aichi melaporkan 16 warga terluka, sebagian besar mengalami luka ringan. Di Shizuoka, setidaknya tiga perempuan membutuhkan perawatan darurat, salah satunya seorang lansia berusia 90-an tahun yang cedera bahu setelah terjatuh dari tempat tidur. Laporan media setempat juga menyebut seorang warga negara asing dibawa ke rumah sakit setelah jatuh dari lantai dua sebuah apartemen karena panik saat guncangan terjadi. Guncangan Terasa hingga Osaka Guncangan terkuat tercatat di kawasan Chita, Prefektur Aichi, dengan intensitas 5 atas pada skala seismik Jepang yang berjenjang 0 hingga 7. Sejumlah daerah di Aichi, Nagano, dan Gifu merasakan intensitas 5 bawah, sedangkan getaran dilaporkan terasa hingga Osaka di bagian barat Jepang. Kerusakan yang dilaporkan sejauh ini relatif terbatas. Beberapa di antaranya: Kaca jendela sebuah diler mobil di Kota Toyohashi, Aichi, pecah. Barang-barang di sebuah toko buku besar di Kota Toyota, Aichi, berjatuhan dari rak. Layanan Tokaido Shinkansen antara Stasiun Shizuoka dan Gifu-Hashima sempat tertunda untuk pemeriksaan keselamatan jalur, begitu pula sejumlah kereta regional. Operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Hamaoka di Shizuoka, yang berada tidak jauh dari wilayah episentrum, menyatakan tidak menemukan gangguan pascagempa. JMA Imbau Waspada Gempa Susulan JMA meminta warga mewaspadai kemungkinan gempa dengan kekuatan serupa dalam sepekan ke depan, terutama pada dua hingga tiga hari pertama. Warga diimbau memeriksa kondisi rumah, menyiapkan perlengkapan darurat, dan menjauhi bangunan yang retak. Lokasi gempa kali ini menarik perhatian karena berdekatan dengan zona Palung Nankai, sumber gempa besar yang selama ini diantisipasi pemerintah Jepang. Meski demikian, menurut laporan media setempat, JMA menilai kemungkinan keterkaitan gempa ini dengan potensi gempa besar Nankai tergolong rendah. Konteks: Rentetan Gempa dalam Sepekan Gempa di Jepang tengah ini terjadi hanya dua hari setelah gempa M6,1 di lepas pantai Tokyo pada 6 November 2026. Pada Minggu pagi, gempa lain berkekuatan M4,3 juga tercatat di Kumamoto pukul 10.53 waktu setempat, tanpa laporan kerusakan atau korban serius. Jepang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik sehingga gempa merupakan kejadian rutin. Standar bangunan tahan gempa dan sistem peringatan dini yang ketat kerap disebut sebagai alasan dampak gempa berkekuatan menengah di negara itu relatif terbatas. Bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang, khususnya di Aichi dan Shizuoka yang menjadi tujuan banyak pekerja magang dan pekerja berketerampilan khusus, pemantauan informasi resmi dari JMA dan pemerintah setempat menjadi langkah penting selama periode rawan gempa susulan. Hingga berita ini disusun, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban. Sumber: CNN Indonesia Suara Surabaya The Japan Times 0 Post navigation Bahasa Inggris Wajib di SD 2027, Pemerintah Latih Guru Kelas Membedah Dakwaan Samin Tan, Batu Bara PT AKT Rp17,7 Triliun