Peninjauan sampah organik di rusunawa Pesakih Jakarta Barat.PFI

SAMPAH JAKARTA, TMT AWAL AGUSTUS DITOLAK BUANG KE BANTAR GEBANG

Jakarta, PENA – Rakyat Jakarta terhitung mulai tanggal (tmt) 1 Agustus tahun tampaknya mulai bingung sebab Pemda DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Kebersihan tidak bisa membuang sampah masyarakat ke Tempat Pembuang Sampah Terakhir di Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat.

Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026, tentang Pemilahan Sampah dan meminta masyarakat untuk mempilah sampah organik dan non organik terpisah dalam pengelolaan untuk dibuang dalam penampungnya.

Meskipun sudah dipilah membantu tugas pemerintah DKI Jakarta, agaknya memberatkan rakyat Jakarta, kata tokoh masyarakat Darmansyah di Pesakih Daan Mogot Cengkareng Jakarta Barat, Jumat (31/7).

Menurutnya, kemana sampah sampah yang sudah terkumpul dibuang dan perlu lahan yang bertebar bisa dikelola oleh Pemda DKI Jakarta. Tetapi solusinya belum tampak di lima wilayah kota administrasi Jakarta, sambil, menolak instruksi gubernur, ” Jangan memberi beban masyarakat,” ungkapnya pedas.

Namun, mantan Pejabat Pemda DKI Jakarta, salah seorang tim solusi sampah Drs Risman Thomas, berkata kami bisa menampung sampah yang berserakan di lima wilayah kota administrasi Jakarta, dengan syarat Pemda Jakarta, maundak menjadi mitra, kata Risman yang menginisiator terwujudnya pasukan oren di Jakarta di tahun 2014.

Pasukan oren yang pertama kali yang diwujudkan di bawah koordinasi Himpunan Purnawirawan TNI-ABRI (HIMPURNA) diketuai oleh DR (HC) Indra Jaya, Sekretaris Risman Thomas, Bendahara Yayu Sriwahyuningsih dengan pembina mantan Mayjen TNI Purn Syamsul Jalal dengan persetujuan gubernur AHOK saat itu.

Dengan demikian, Sampah Sampah organik yang ada di Jakarta, dengan senang hati, tim kami siap menampung, kata Risman sungguh karena Ia sudah bersurat ke gubernur untuk mitra dan presentasi, katanya.

Pemda tidak perlu mengeluarkan dana,untuk pengolahan sampah organik tesebut cukup memberdayakan anggota dari Company Social Responsibility (CSR) dan Rekanan Pemerintah setempat.

Drs Risman Thomas, MM, akan menampung sampah sampah organik yang sudah dipilah yang sudah dimasukkan ke dalam galon galon air dan tim kami akan mengambilnya ke masing masing pemilik.

Perusahaan kami siap menampung sampah sampah organik 40 ton/hari, dan Pemda DKI Jakarta, jika sungguh ingin bermitra kami siap, ujarnya kini menunggu respon pejabat terkait Pemda DKI Jakarta. PFi.