JAKARTA — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menyiapkan pengembangan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi pusat perdagangan dan ekonomi kreatif. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang sebulan sebelumnya meluncurkan konsep transformasi kawasan tersebut. Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya, Raja Tarigan, menyatakan pengembangan Blok M tidak cukup dilakukan lewat penataan fisik. Menurut dia, kawasan itu juga harus dihidupkan dengan kegiatan dan kehadiran pelaku usaha kreatif. “Kami siap mendukung arahan Bapak Gubernur Pramono Anung,” kata Raja seperti dikutip detikcom, Jumat (6/11/2026). Tiga Langkah Pengembangan Blok M Berdasarkan keterangan yang dimuat detikcom dan JPNN, rencana Pasar Jaya untuk kawasan Blok M dapat dirangkum dalam tiga langkah: Event kreatif untuk anak muda. Pasar Jaya akan menggelar beragam kegiatan yang menyasar generasi muda guna meningkatkan daya tarik dan aktivitas ekonomi kawasan. Tenant hasil kurasi. Pasar Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif agar pelaku usaha yang lolos kurasi dapat masuk dan berjualan di kawasan Blok M. Kawasan terintegrasi. Blok M diarahkan menjadi pusat perdagangan, ekonomi kreatif, sekaligus ruang aktivitas publik yang terhubung satu sama lain. JPNN melaporkan, Raja juga melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Blok M sebagai tindak lanjut arahan gubernur. Modal Konektivitas Transportasi Publik Raja menilai Blok M memiliki potensi besar karena aksesibilitasnya yang tinggi. Kawasan ini terhubung dengan MRT Jakarta dan jaringan Transjakarta, serta memiliki aktivitas ekonomi yang beragam. Ia menyebut pemahaman itu didasari latar belakang pendidikannya di bidang planologi. Dalam beberapa tahun terakhir, Blok M memang kembali ramai dikunjungi, terutama oleh anak muda, seiring kehadiran stasiun MRT dan tumbuhnya ruang-ruang kreatif di sekitarnya. Popularitas itu menjadikan Blok M salah satu kawasan yang dinilai paling siap dikembangkan sebagai etalase ekonomi kreatif ibu kota. Berawal dari Konsep Transformasi Oktober Rencana Pasar Jaya merupakan kelanjutan dari peluncuran desain transformasi kawasan Blok M oleh Gubernur Pramono pada Selasa (6/10/2026). Menurut detikcom, konsep yang disebut sebagai “fase ultimate” itu akan mengembangkan Blok M menjadi kawasan yang lebih modern dan terintegrasi. Saat peluncuran tersebut, Pramono meminta agar pembenahan tidak menghilangkan identitas kawasan. “Saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” ujarnya, sebagaimana dikutip detikcom dan JPNN. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat dalam kesempatan yang sama menyoroti aspek keselamatan bangunan. Ia menyebut usia bangunan Blok M telah mencapai 34 tahun, sehingga revitalisasi diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan struktur. Rincian Anggaran dan Jadwal Belum Diumumkan Hingga Sabtu (7/11/2026), Pasar Jaya belum memaparkan anggaran, jadwal tahapan pengerjaan, jumlah tenant, maupun bangunan mana saja yang akan lebih dulu dibenahi. Pembagian peran antara Pasar Jaya, PT MRT Jakarta, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam proyek ini juga belum dijelaskan secara rinci. Bagi pedagang yang sudah lama berusaha di kawasan tersebut, kejelasan soal tahapan revitalisasi akan menjadi hal penting, terutama terkait kemungkinan relokasi sementara dan besaran sewa setelah penataan. Sementara itu, bagi pelaku usaha kreatif, skema kurasi tenant bersama Kementerian Ekonomi Kreatif berpotensi membuka peluang untuk mendapatkan lokasi usaha di kawasan yang ramai pengunjung. Sumber: detikNews: Blok M Bakal Dikembangkan Jadi Kawasan Perdagangan dan Ekonomi Kreatif JPNN: Pasar Jaya Dorong Blok M Sebagai Pusat Ekonomi Kreatif Sesuai Arahan Gubernur DKI 0 Post navigation Tarif Rp0 Pencatatan Hak Cipta Tunggu Peraturan Menteri OpenAI Rilis GPT-6 Cyber, AI Khusus Pemburu Celah Keamanan