Kebakaran di Stasiun Gambir, Perjalanan Kereta Tetap NormalIlustrasi

JAKARTA — Kebakaran terjadi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/11/2026) malam. Api yang muncul di area lantai dasar stasiun itu berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari setengah jam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memastikan tidak ada perjalanan kereta jarak jauh dari dan menuju Gambir yang terganggu.

Hingga Minggu (8/11/2026), penyebab kebakaran belum diumumkan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Kebakaran Stasiun Gambir

Versi kronologi yang disampaikan KAI dan dinas pemadam kebakaran sedikit berbeda, baik soal waktu maupun titik api.

Menurut keterangan KAI Daop 1 Jakarta, kebakaran dilaporkan pukul 20.37 WIB dan menimpa salah satu tenan makanan di area selatan lantai dasar stasiun. Empat unit mobil pemadam tiba pukul 20.48 WIB. Petugas juga memanfaatkan hidran yang tersedia di area peron jalur 1 dan jalur 4. Api dinyatakan padam pukul 20.55 WIB, atau sekitar 18 menit setelah laporan pertama.

Sementara itu, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat menyebut titik api berada di ruang panel listrik. Laporan dari warga diterima pukul 20.23 WIB, petugas tiba pukul 20.32 WIB, dan pemadaman dimulai sekitar dua menit kemudian. Api terlokalisasi pukul 20.50 WIB dan tidak merambat ke area lain. Proses pendinginan berlangsung sejak 21.03 WIB, dan seluruh operasi dinyatakan selesai pukul 21.15 WIB.

Menurut data damkar, sebanyak 60 personel dengan 15 unit kendaraan dikerahkan ke lokasi.Perbedaan jumlah unit ini kemungkinan karena KAI hanya mencatat unit yang tiba lebih dulu, sedangkan damkar mencatat seluruh armada yang dikerahkan. Namun, hal itu belum dikonfirmasi kedua pihak.

Asap Sempat Mengarah ke Peron

Asap dari lokasi kebakaran sempat mengarah ke jalur 1. Meski demikian, KAI menyatakan kondisi tersebut tidak memengaruhi operasional kereta.

“Kami memastikan tidak ada perjalanan kereta api yang terganggu akibat kejadian ini,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, Sabtu malam.

Franoto menambahkan, petugas di stasiun langsung berkoordinasi dengan unit terkait dan pemadam kebakaran begitu menerima laporan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang timbul.

KAI Evaluasi Keselamatan Area Komersial

KAI Daop 1 Jakarta menyatakan akan mengevaluasi penyebab kebakaran bersama pihak terkait. Perusahaan juga akan meninjau kembali aspek keselamatan dan kesiapsiagaan tanggap darurat di stasiun, termasuk di area komersial yang ditempati tenan, serta memperketat pengawasan fasilitas dan mitigasi risiko.

Evaluasi di area komersial menjadi penting karena stasiun besar seperti Gambir kini dipenuhi gerai makanan dan minuman yang menggunakan peralatan listrik dan pemanas dalam jumlah banyak. Kebakaran sekecil apa pun di simpul transportasi yang padat berpotensi memicu kepanikan, terlebih bila asap masuk ke area peron yang dipadati penumpang.

Mengapa Gambir Penting

Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun utama keberangkatan kereta api jarak jauh di Jakarta, dengan tujuan ke berbagai kota di Pulau Jawa. Gangguan di stasiun ini dapat berdampak berantai pada jadwal perjalanan di lintas lain.

Kejadian ini juga terjadi menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru, ketika volume penumpang biasanya meningkat tajam. Karena itu, hasil evaluasi keselamatan yang dijanjikan KAI patut ditunggu publik, termasuk kepastian mengenai penyebab kebakaran dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Poin Penting

  • Kebakaran terjadi Sabtu (7/11/2026) malam di lantai dasar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
  • KAI menyebut titik api di tenan makanan, sedangkan damkar menyebut ruang panel listrik.
  • Api padam dalam kurun 18–30 menit, tergantung versi sumber; tidak ada laporan korban.
  • Perjalanan kereta dari dan menuju Gambir tetap berjalan normal.
  • Penyebab kebakaran masih dievaluasi KAI bersama pihak terkait.

Sumber: